Anggota DPR Protes Soal Pembangunan Landasan Pacu Ketiga Bandara Soekarno-Hatta

Masih dalam nada tinggi, ia mencontohkan pergerakan pesawat perjamnya di bandar udara di negara lain.

Anggota DPR Protes Soal Pembangunan Landasan Pacu Ketiga Bandara Soekarno-Hatta
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pembangunan landasan pacu (runway) ketiga Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan protes keras dari Komisi V DPR RI.

Protes keras tersebut dilontarkan oleh anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat melakukan pengecekan terhadap Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Menurutnya, dari lahirnya landasan ketiga tersebut bisa melakukan aktivitas landing dan take off lebih dari 114 aktifitas per jamnya seperti yang sudah ditargetkan Menhub, Budi Karya Sumadi dan Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Paling minimal 150 aktifitas penerbangan, karena 1 runway bs 50 kali, kalau di London itu 1 runway bisa dapat 100 pergerakan per jam, itu aja target minimal. Jadi kalau targetnya 114 saya protes, terus terang saya protes. Karena itu masih menggunakan anggaran APBN, sekitar Rp 1 Triliun pakai anggaran dana rakyat," ucapnya dalam nada tinggi di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (31/7/2019).

Dilewati Truk Tanah, Jalan di Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dibangun Landasan Pacu

Masih dalam nada tinggi, ia mencontohkan pergerakan pesawat perjamnya di bandar udara di negara lain.

Yang nyatanya, menurut dia, dalam satu landasan pacu sendiri bisa sampai melakukan sekira 150-an pergerakan pesawat untuk terbang dan mendarat perjamnya.

Jadi, kata Bambang, harusnya landasan pacu terbaru yang rencananya akan diresmikan pertengahan Agustus itu dapat melakukan aktifitas penerbangan yang lebih.

"Nah kalau ada tiga runway, berarti harus 150 sampai 180 take off dan landing bukan targetnya adalah 114. Ini yang saya minta kepada stakeholder dan pemerintah untuk merubah target," ucap Bambang.

Menurutnya, bila resmi digunakan, Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta dapat menekan angka kecelakaan pesawat di udara.

Karena, diucapkan Bambang, secara teori bertambahnya landasan pacu dapat mengurangi antrean pesawat di udara ketika mendarat.

"Jadi tidak ada lagi namanya holding, sekarang ini masih banyak yang muter-muter di udara pesawatnya dan ini kecelakaan terbesar di udara kalau kebanyakan holding ini," ujarnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved