Curi 8 Besi Penutup Drainase, Andre Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Pencurian tersebut bermula ketika seorang warga sekitar Joko Haryono mendapati besi penutup saluran drainase di depan kediamannya tidak ada

Curi 8 Besi Penutup Drainase, Andre Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Istimewa
Ilustrasi Ditangkap 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Andre Yansyah (22) dibekuk petugas kepolisian karena tertangkap mencuri besi penutup saluran air di Jalan Bakti Abri Gang Saut, Sukamaju, Tapos, Kota Depok.

Pencurian tersebut bermula ketika seorang warga sekitar Joko Haryono mendapati besi penutup saluran drainase di depan kediamannya tidak ada.

Kemudian, Joko pun melaporkan hal tersebut ke Ketua RT setempat Sukardi dan melakukan pengecekan besi penutup saluran drainase yang lainnya.

"Ketika dicek, ternyata banyak besi penutup saluran drainase yang hilang, bukan cuma satu," ucap Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan pada wartawan, Rabu (31/7/2019).

Joko bersama Sukardi pun melaporkan kejadian tersebut, lantaran besi penutup saluran drainase tersebut merupakan hasil swadaya warga sekitar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pun melakukan penyelidikan dan menemukan titik terang yang mengarah kepada Andre pelakunya.

Ketika diamankan, petugas pun menemukan barang bukti delapan besi saluran penutup drainase dari tangan Andre milik warga yang hilang.

Link Live Streaming SCTV Timnas U-15 Indonesia Vs Timor Leste, Pertandingan Dimulai Pukul 15.00 WIB

Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Jalani Sidang Vonis, Haris Simamora Tertunduk Lesu

"Ketika diamankan kami menemukan delapan besi penutup saluran drainase dari tangan pelaku," jelasnya.

Deddy mengatakan, pelaku bermaksud menjual kembali delapan besi penutup saluran drainase tersebut dengan harga Rp 3 juta.

Saat ini, Andre pun sudah diamankan di Mapolresta Depok dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku sudah kami amankan, Pasal yang kami kenakan adalah Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan ancaman penjara maksimal lima tahun lamanya," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved