Ibadah Haji 2019

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Beberkah Dahsyatnya Diplomasi Haji, Ini Penjelasannya

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menceritakan dahsyatnya diplomasi haji.

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Beberkah Dahsyatnya Diplomasi Haji, Ini Penjelasannya
(Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)
Jemaah haji Indonesia membludak di terminal Syib Amir, Makkah, Selasa (23/7/2019) malam. Banyak jemaah haji Indonesia menunggu antrian bus untuk kembali ke hotel usai melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengunjungi kantor Daker Makkah pada Selasa (30/7/2019) malam.

Dalam kunjungannya, Agus menceritakan tentang diplomasi haji yang menurutnya sangat dahsyat.

“Haji ini merupakan diplomasi yang begitu dahsyat karena di haji ini ada dialog antarperadaban, dialog antarbudaya, dan dialog antar kultur," ungkap Agus.

"Di sini bertemu sekian bangsa kemudian ada satu hal yang bisa kita tarik bahwa islam sangat menghargai sebuah dialog , dialog antar kultur, dan dialog antar budaya, dan dialog antar peradaban,” imbuh dia.

Diketahui belakangan banyak terjadi benturan antar peradaban di dunia yang seharusnya itu tak terjadi jika ada dialog yang baik antar bangsa.

Suasana jemaah haji Indonesia menunggu bus sholawat untuk salat di Masjidil Haram, Jumat (26/7/2019). Cuaca panas di Makkah tak menyurutkan semangat jemaah haji Indonesia untuk salat Jumat di Masjidil Haram.
Suasana jemaah haji Indonesia menunggu bus sholawat untuk salat di Masjidil Haram, Jumat (26/7/2019). Cuaca panas di Makkah tak menyurutkan semangat jemaah haji Indonesia untuk salat Jumat di Masjidil Haram. (Tribunnews/Bahauddin/MCH2019)

Menurut Agus Maftuh, Arab Saudi sebagai negara yang pusat umat Islam dalam pelaksanaan haji bagi umat muslim sedunia sedang menggalakkan dialog antar peradaban tersebut.

“Bukan membenturkan peradaban yang ada di dunia ini, ini merupakan pesan yang sedang digalakkan Arab Saudi, bahwa Arab Saudi mulai menebar menguatkan bahwa Islam agama moderat."

"Dan Indonesia sudah begitu expert dalam menegakkan Islam moderat ini bahwa Islam hanya mengenal satu bahasa yaitu bahasa perdamaian,” beber Agus.

Berkenaan dengan diplomasi haji, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia tentu memiliki kepentingan besar agar kuota jemaah haji Indonesia setiap tahunnya selalu ditambah.

“Kami berharap karena kami mintanya berdasarkan arahan Presiden Jokowi, Indonesia tahun ini idealnya di angka 250 ribu kuota. Sehingga kami masih ada lagi tugas untuk angka 19 ribu dari 231 ribu ini."

"Insya Allah tahun-tahun ke depan kita akan selalu melakukan diplomasi haji karena untuk diplomasi Haji di saudi ini setidak-tidaknya melibatkan 15 lembaga,” ujar Agus Maftuh.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved