Pijam Rp 50 Juta ke Koperasi, Polisi Tak Dinas Demi Jadi Sopir Taksi Online Masuk Sel Selama 5 Hari

Sanksi pertama adalah sanksi sosial, di mana Brigadir AG disetrap saat apel dengan mengenakan helm.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto saat memberikan keterangan di konferensi pers, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Brigadir AG, anggota Polres Metro Jakarta Utara yang tinggalkan dinas demi jadi sopir taksi online, mendapatkan sanksi atas perbuatannya.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pihaknya telah memberikan dua sanksi kepada Brigadir AG.

Sanksi pertama adalah sanksi sosial, di mana Brigadir AG disetrap saat apel dengan mengenakan helm.

"Yang pertama kita apelkan pakai helm. Pelanggar disiplin secara moral, biar dia malu," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019).

Sanksi kedua, kata Budhi, adalah penempatan khusus (patsus). Menurut Budhi, Brigadir AG saat ini sudah dimasukkan ke dalam sel.

Ia akan berada di sel selama lima hari.

"Kedua dia menjalani penempatan khusus. Di sel. Tiga hari, diperpanjang lima hari," ucap Budhi.

Sebelumnya, dalam apel Selasa (30/7/2019) pagi, Budhi menyinggung anggotanya yang lebih memilih tidak berdinas sebagai anggota polisi untuk menjadi sopir taksi online.

"Ada salah satu rekan kita yang sudah bagus menjadi polisi, justru lebih memilih tidak berdinas, menjadi sopir online," kata Budhi.

Budhi menyayangkan keputusan anggotanya yang memilih menjadi sopir taksi online dibanding meneruskan pekerjaan sebagai anggota Polri.

Ia mengingatkan bahwa pekerjaan sebagai anggota polisi adalah pekerjaan yang berpenghasilan pasti.

Berbeda dengan sopir taksi online yang menurut Budhi tidak berpenghasilan pasti dan sewaktu-waktu bisa sepi peminat.

"Ingatlah pekerjaan kita adalah pekerjaan pasti dan mendapat penghasilan pasti, sedangkan sopir online adalah tidak pasti dan sedikit demi sedikit, berkembangnya zaman, bisa jadi sopir online menjadi makin sepi," ucap Budhi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved