Polisi Ringkus 2 Pembacok di Penjaringan, Lukai Korban dengan Senjata Tajam di Sekujur Tubuh

Dalam kasus ini, dua orang bernama Abdul Rahman (21) dan Abdurrahman Alaydrus (20) ditangkap usai melakukan aksinya pada 9 Juli 2019 lalu.

Polisi Ringkus 2 Pembacok di Penjaringan, Lukai Korban dengan Senjata Tajam di Sekujur Tubuh
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Rilis kasus pengeroyokan berujung kematian di Mapolsek Metro Penjaringan, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Polsek Metro Penjaringan mengungkap kasus pengeroyokan berujung kematian, Rabu (31/7/2019).

Dalam kasus ini, dua orang bernama Abdul Rahman (21) dan Abdurrahman Alaydrus (20) ditangkap usai melakukan aksinya pada 9 Juli 2019 lalu.

Kala itu, kedua pelaku serta dua temannya RDH dan CN yang masih buron, terlibat dalam perselisihan dengan korban atas nama Gunawan (22).

Perselisihan itu terjadi di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara, di mana korban ditemukan tewas tergeletak di tengah jalan dengan luka bacok pada tubuhnya.

"Jadi ada orang ditemukan meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuh karena terkena benda tajam di depan Rumah Makan Sinar Minang," kata Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar di kantornya.

Diduga Kawanan Begal, 3 Remaja Bawa Senjata Tajam Ditangkap di Tambora

Setelah melakukan penyelidikan berdasarkan CCTV di lapangan, polisi menangkap Abdul dan Abdur di kediamannya, Jalan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Rachmat menjelaskan, kedua pelaku nekat melakukan aksinya karena mereka geram dengan perlakuan korban.

Korban sempat melempar batu dan mengucapkan kata-kata menantang hingga membuat pelaku kesal.

"Jadi memang murni karena dia melintas kemudian merasa sakit hati karena dilempar batu kemudian dia balik ngambil samurai dan celurit. Jadi memang tidak direncanakan sebelumnya. Tidak saling kenal," jelas Rachmat.

Akibat perbuatannya, Abdul dan Abdurrahman dikenakan pasal 170 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved