Sampah Botol yang Mengapung di Laut Dimanfaatkan Warga Pulau Seribu untuk Budidaya Rumput Laut

Botol bekas yang tadinya hanya menjadi sampah, akhirnya bisa dimanfaatkan oleh para warganya untuk budidaya rumput laut.

Sampah Botol yang Mengapung di Laut Dimanfaatkan Warga Pulau Seribu untuk Budidaya Rumput Laut
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
(ILUSTRASI Sampah botol) Sampah-sampah yang berserakan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU UTARA - Botol bekas yang mengambang di laut dimanfaatkan warga Kepulauan Seribu untuk media pengembang biakan rumput laut.

Masih adanya sampah botol bekas di laut membuat masyarakat Kepulauan Seribu memanfaatkannya untuk alat pengerjaan rumput laut.

Sebab mulai tahun ini, Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad sudah mulai menghidupkan kembali budidaya rumput laut yang sempat mati atau hilang begitu saja pada tahun 2003 lalu.

Irwan, salah satu warga yang berada di Pulau Pramuka mengatakan mengumpulkan botol bekas untuk budidaya rumput laut. Hal ini ia lakoni karena botol bekas yang ada di laut mulai diburu oleh para petani rumput laut.

Akses Jalan Baik hingga Spot Foto Indah, Bupati Akui Pengunjung Kepulauan Seribu Terus Meningkat

"Kalau di laut sudah diambil sama kita. Dari yang mengambang itu seperti botol bekas atau streofoam itu pasti langsung dimanfaatkan. Untuk menutupi kekurangannya, kita (petani rumput laut) cari sendiri pas di daratan," katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (31/7/2019).

Menanggapi hal tersebut, Husein sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada warganya. Warganya dinilai sudah membantu dalam hal kebersihan laut.

Botol bekas yang tadinya hanya menjadi sampah, akhirnya bisa dimanfaatkan oleh para warganya untuk budidaya rumput laut.

Selain itu, ia juga akan melakukan sosialisasi di pulau penduduk untuk mewadahi budidaya rumput laut sampai ke proses penjualan.

"Kami kan ada 11 pulau penduduk dan budidaya rumput laut itu masih ada yang milik perorangan. Nantinya akan kita rangkul mereka ini untuk masuk dalam koperasi. Sehingga memudahkan untuk pemasaran," ujarnya.

Pembentukan koperasi juga bertujuan untuk tak menjatuhkan harga pasar pada penjualan rumput laut.

Selain itu, hadirnya koperasi juga bertujuan untuk pembentukan struktur yang jelas bagi para petani rumput laut.

Sehingga tiap warga di ke-11 pulau penduduk tak perlu lagi berebut lahan untuk pengembang biakan. Sebab sudah diatur dalam kesepakatan kelompok koperasi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved