Breaking News:

Viral di Medsos

Sekuriti Rumah Sakit Sebut Reynald Si Penjual Nasi Uduk Dibawa Seseorang Menggunakan Motor

Firman mengatakan, selain orang-orang yang datang ingin memberi bantuan, Reynald juga dicari pengunjung rumah sakit untuk sarapan

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Trotoar depan Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, tempat biasa Reynald menggelar lapak berjualan nasi uduk, kosong, pada Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - "Tadi sekitar jam setengah lima, dia baru turun dari angkot putih, belum ada lima menit dibawa orang naik motor," ujar Firman, sekuriti Rumah Sakit Siloam, Karawaci, menceritakan soal Reynald, si penjual nasi uduk yang biasa berjualan di depan rumah sakit itu.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Reynald, penjual nasi uduk itu banyak dicari orang setelah videonya viral di media sosial.

Reynald yang diketahui baru masuk SMA, berjualan nasi uduk dari subuh demi membantu orang tuanya dan membiayai dirinya sekolah.

Kisah itu menarik banyak simpati dan membuat orang-orang ingin menyumbangkan uang membantu kehidupannya.

Firman tidak tahu siapa yang membawa Reynald dan apa tujuannya.

"Enggak tahu juga ya siapa yang bawa, laki atau permpuan. Tapi bukan, yang baea bukan sekuriti Lippo," lanjut ujarnya.

Firman mengatakan, selain orang-orang yang datang ingin memberi bantuan, Reynald juga dicari pengunjung rumah sakit untuk sarapan.

Di sekitar rumah sakit yang berlokasi di kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang itu memang tidak banyak pedagang makanan.

Beda Reaksi Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian soal Permintaan Maaf Galih Ginanjar yang Jadi Sorotan

Bocah Penjual Nasi Uduk di Depan Siloam Karawaci Sudah Empat Hari Tak Diketahui Keberadaannya

Reynald yang terdekat karena berjualan persis di depan rumah sakit, sedangkan penjual nasi uduk dan gorengan lain, menggelar lapak di seberang rumah sakit.

"Banyak juga yang nyariin. Yang nungguin pasien juga ada tadi ibu-ibu dua orang nyari. Iya buat sarapan," ujarnya.

Sementara, Tini, penjual nasi uduk yang biasa berjualan dengan Reynald, mengatakan bocah itu sudah tidak terlihat empat hari belakangan.

"Sudah empat hari enggak jualan," ujar Tini.

Tini sempat khawatir saat mendengar Reynald dibawa seseorang yang tidak dikenal. Namun ia berperasangka baik berharap Reynald dibawa karena ingin dibantu atau diberi sumbangan.

"Duh saya sampai merinding dengernya. Ya semoga dia lagi dibantu gitu ya. Dibawa mau dikasih uang. Soalnya dari kemarin banyak yang nyariin," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved