Piala Indonesia

Singgung Rasa Nyaman, Bos Persija Jakarta Harap Panpel di Makassar Belajar dari Jakarta

CEO Persija Jakarta Ferry Paulus menilai panpel pertandingan final leg kedua Piala Indonesia di Makassar gagal memberikan rasa nyaman ke timnya.

Singgung Rasa Nyaman, Bos Persija Jakarta Harap Panpel di Makassar Belajar dari Jakarta
KOMPAS.com/FIRZIE A. IDRIS
Suporter PSM Makassar kecewa usai laga final leg kedua Piala Indonesia 2019 ditunda. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus menilai panitia pelaksana (panpel) pertandingan final leg kedua Piala Indonesia di Makassar gagal memberikan rasa nyaman ke timnya.

Adanya kejadian teror yang dilakukan oleh sekelompok orang di Makassar menjadi penyebab utamanya.

Seperti diketahui, Persija Jakarta mendapatkan teror dan perlakuan yang kurang menyenangkan saat berada di Makassar.

Serangkaian insiden yang terjadi saat Persija berada di Makassar yakni teror petasan di hotel, suara bising knalpot motor di tempat tim menginap, lemparan batu di bus, dan gangguan lainnya.

Kejadian tersebut terjadi akibat dari kelalaian panpel tuan rumah dalam memberikan penjagaan kepada para pemain Persija Jakarta.

Ferry Paulus berharap panpel tuan rumah bisa banyak belajar dari serangkaian insiden yang terjadi beberapa hari lalu di Makassar.

Kejadian tersebut diharapkan tidak terulang saat pertandingan leg kedua final Piala Indonesia berlangsung pada 6 Agustus 2019 mendatang.

Menurut Ferry, masyarakat di Indonesia sangat merindukan tontonan sepak bola yang menarik disaksikan di lapangan.

Kejadian kerusuhan dalam dunia sepak bola sudah seharusnya tidak terjadi lagi di atas lapangan.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved