Stigma Negatif Buat Anak Broken Home Mengalami Gangguan Psikologis

Pasalnya anak korban broken home kerap dianggap dapat memberi pengaruh buruk bagi teman-teman di sekitar

Stigma Negatif Buat Anak Broken Home Mengalami Gangguan Psikologis
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Ketua umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Anak broken home atau anak korban kekerasan dari perceraian kedua orang tua sedari kecil sadar keluarganya berbeda dengan keluarga secara umum.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait mengatakan anak dapat merasa ada yang tak beres dengan hubungan orang tuanya.

"Dia pasti tahu (perceraian), karena idealnya diasuh dengan kedua orang tua yang baik. Dia pasti tahu, alami saja," kata Sirait di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).

Perasaan kalau dia berasal dari keluarga yang berbeda itu membuat anak mengalami masalah psikologis dalam jangka panjang.

Sirait menuturkan dampak psikologis bagi anak broken home dapat lebih berat karena masyarakat belum memandang mereka sebagai korban kekerasan.

Pasalnya anak korban broken home kerap dianggap dapat memberi pengaruh buruk bagi teman-teman di sekitar.

Sekuriti Rumah Sakit Sebut Reynald Si Penjual Nasi Uduk Dibawa Seseorang Menggunakan Motor

Peringati 150 Tahun Mahatma Gandhi, Gubernur Anies dan Dubes India Bersepeda di Taman Suropati

"Harusnya ditempatkan sebagai korban supaya tidak ada stigma kalau dia anak yang dibesarkan dari keluarga broken home, itu stigma namanya. Karena anak sebagai korban," ujarnya.

Anak broken home yang dijauhi dan diberi cap sebagai 'produk gagal' keluarga berpotensi tumbuh dewasa jadi pelaku kekerasan.

Pun trauma yang dialami anak broken home dapat disembuhkan, Sirait menyebut akan lebih baik jika masyarakat menempatkan mereka sebagai korban.

"Karena stigma tadi. Dampaknya terjadi gangguan psikologis. Yang sangat berat itu jadi pelaku kekerasan, dia membangun komunitas sosial sendiri," tuturnya. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved