Usut Tuntas Dugaan Jual Beli NIK dan KK Via Medsos, Kemendagri Resmi Melapor ke Polisi

Ia menjelaskan, Dirjen Dukcapil melaporkan hal tersebut ke polisi setelah melalukan investigasi internal sebelumnya.

Usut Tuntas Dugaan Jual Beli NIK dan KK Via Medsos, Kemendagri Resmi Melapor ke Polisi
TribunJakarta/Dionisus Arya Bima Suci
Kepala Puspen Kemendagri Bahtiar Baharuddin (kiri) bersama Kepala BKD DKI Jakarta Chaidir di Gedung Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengaku, telah membuat laporan resmi ke polisi terkait adanya dugaan jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) lewat media sosial.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar Baharuddin usai menyerahkan 21 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kepada Pemprov DKI Jakarta di Gedung Balai Kota.

"Sudah dilaporkan resmi oleh Pak Dirjen Dukcapil Zudan Arif di Bareskrim Mabes Polri tentang dugaan penyalahgunaan dan penyebarluasan NIK dan KK secara tidak sesuai dengan aturan," ucapnya, Rabu (31/7/2019).

Ia menjelaskan, Dirjen Dukcapil melaporkan hal tersebut ke polisi setelah melalukan investigasi internal sebelumnya.

"Supaya clear dan clean kami laporkan kepada polisi, biarlah nanti polisi melakukan penyelidikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak," ujarnya.

Meski demikian, ia belum dapat menyebutkan detail laporan yang diajukan oleh pihaknya kepada pihak kepolisian.

"Ya nanti dikonfirmasi lebih detail lagi, setahu saya yang dilaporkan itu adalah dugaan telah terjadi jual-beli seperti pemberitaan itu," kata Bahtiar.

"Kepolisian sudah merespon dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.

Terkait isu Kemendagri akan melaporkan pemilik akun twitter @hendralm, Bahtiar mengaku tidak mengetahuinya.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved