Breaking News:

Besek Bambu Masih Mudah Ditemui di Pasar Tradisional, Namun Jumlahnya Sedikit

Satu besek bambu kecil ukuran 5x5 cm dijual Wastiah seharga Rp 5.000. Sedangkan untuk ukuran sedang yakni 7x7 cm seharga Rp 7.500

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Wastiah, pedagang besek bambu di Pasar Grogol, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM,  GROGOL PETAMBURAN - Besek bambu ramai diperbincangkan lantaran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau penggunaan besek bambu untuk membungkus daging kurban.

Penelusuran TribunJakarta.com, besek bambu masih mudah ditemui di pasar tradisional di Jakarta.

Besek bambu dijual oleh para pedagang yang menjual berbagai perabotan dari anyaman bambu.

Namun, jumlah besek bambu yang dijual para pedagang tak begitu banyak dibanding hasil anyaman bambu lainnya, semisal tampah maupun bakul nasi.

Lantaran ukurannya yang kecil dan jumlahnya yang sedikit maka keberadaan besek bambu tak terlihat bila kita tak bertanya kepada sang penjual.

Wastiah (50) salah satu pedagang besek bambu di Pasar Grogol mengakui memang hanya menyediakan beberapa buah besek bambu di lapaknya. Ia menyebut tak sampai 10 besek bambu.

Perwakilan Pemprov Banten Tak Hadir, Sidang Polusi Udara Diundur

Polres Jakarta Utara Bantu Operasi Sunat Bayi yang Dibuang Ibunya di Teluk Gong

Sebab, ia menyebut saat ini peminat besek bambu sudah sepi sejak maraknya kantung plastik.

"Sekarang sudah jarang yang beli. Paling kalau ada juga cuma beli satu atau dua saja. Itu juga jarang ada yang belinya," kata Wastiah di lapaknya di lantai dasar Pasar Grogol, Jakarta Barat, Kamis (1/8/2019).

Satu besek bambu kecil ukuran 5x5 cm dijual Wastiah seharga Rp 5.000. Sedangkan untuk ukuran sedang yakni 7x7 cm seharga Rp 7.500.

"Ini belinya sama langganan yang emang jualin dagangannya ke pedagang disini. Kalau dibuatnya katanya sih di Cirebon," kata Wastiah.

Diketahui, penggunaan besek bambu untuk membungkus daging kurban dilakukan guna mengurangi kantong plastik.

Selain dengan bambu besek, alternatif lain yakni menggunakan daun pisang atau membawa wadah sendiri.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved