Breaking News:

Pedagang di Pasar Grogol, Pesimis Besek Bambu Bakal Laris Saat Idul Adha

Bahkan, PD Pasar Jaya bakal menyiapkan 20 ribu besek bambu untuk dijual ke sejumlah pasar di Jakarta.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Wastiah, pedagang besek bambu di Pasar Grogol, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau panitia kurban tak menggunakan kantong plastik untuk membungkus daging kurban.

Alternatifnya yakni menggunakan daun pisang atau pun besek bambu yang dirasa lebih ramah lingkungan.

Bahkan, PD Pasar Jaya bakal menyiapkan 20 ribu besek bambu untuk dijual ke sejumlah pasar di Jakarta.

Menyikapi hal itu, pedagang besek bambu di pasar tradisional pesimistis dagangannya akan banyak terjual saat Idul Adha nanti.

Kendati sudah ada imbauan dari Anies, pedagang menyebut hal itu tak terlalu berdampak.

"Sekarang itu orang cari yang praktisnya aja. Besek kayak gini memang sudah enggak laku. Belum tentu seminggu sekali ada yang beli," kata Wastiah (50) yang menjual besek bambu di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Kamis (1/8/2019).

Besek Bambu Masih Mudah Ditemui di Pasar Tradisional, Namun Jumlahnya Sedikit

Wastiah mengatakan selain kalah praktis dibanding kantong plastik, harga besek bambu yang juga lebih mahal menjadi alasannya.

Adapun satu besek bambu kecil ukuran 5x5 cm dijual seharga Rp 5.000. Sedangkan untuk ukuran sedang yakni 7x7 cm seharga Rp 7.500.

Harga tersebut memang lebih mahal dibanding yang rencananya akan dijual PD Pasar Jaya yakni Rp 2.000 per buah

"Kita beli dari pedagangnya aja sudah diatas Rp 2.000, masa mau jual segitu (Rp 2.000) yang ada tekor," katanya.

Karenanya, Wastiah tak berencana menambah persediaan besek bambu untuk persiapan Idul Adha.

Ia lebih memilih menambah persediaan peralatan untuk menyate seperti panggangan, kipas, tusuk sate hingga arang.

Para pedagang besek bambu memang juga menjual berbagai perabotan lain. Mulai dari berbagai hasil anyaman bambu seperti tampah dan bakul mereka juga menjual peralatan menyate.

"Kayaknya sih enggak bakal ramai juga yang beli. Soalnya dari tahun ke tahun memang sepi yang beli besek, apalagi pas Idul Adha, paling tusuk sate aja sama arang yang laku," kata Wastiah.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved