Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia: Polusi Udara Bisa Diatasi dari Lingkungan Keluarga

"Kemudian juga perbanyak makan buah dan sayuran. Itu bisa membantu kita dalam menangkal radikal bebas," jelas Yeni.

Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia: Polusi Udara Bisa Diatasi dari Lingkungan Keluarga
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Sekretaris Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia, Yeni Purnamasari, dalam diskusi tentang polusi udara di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU- Mengatasi polusi udara di Jakarta dapat dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan keluarga.

Pernyataan itu dilontarkan Sekretaris Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), Yeni Purnamasari dalam diskusi tentang polusi udara di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, peran keluarga untuk mengenalkan hidup bersih dan sehat sangatlah penting.

"Contoh, cuci tangan. Itu hal paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari," ujar Yeni.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang perlunya menggunakan masker di tengah polusi udara yang terjadi saat ini.

"Tapi tidak semua masker bisa melindungi kita dari polusi. Gunakan masker yang punya filterisasi baik yang dapat melindungi dari partikel-partikel terkecil," tuturnya.

Selain itu, ia menerangkan cara untuk menangkal radikal bebas yang ditimbulkan akibat polusi udara. Salah satunya adalah dengan memperbanyak minum air putih.

"Kemudian juga perbanyak makan buah dan sayuran. Itu bisa membantu kita dalam menangkal radikal bebas," jelas Yeni.

Hasil Thailand Open: Marcus/Kevin Kalah, Harapan Indonesia Satu-satunya Ada di Penakluk Lin Dan

Agung Hercules Meninggal Akibat Kanker Otak: Sebelumnya Sempat Operasi dan Diradiasi 33 Kali

Korban Kecelakaan Maut Tangerang Berencana Tunangan, Kekasih Cerita Kenangan Terakhir

Dalam diskusi ini, Yeni juga menyampaikan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoal polusi udara.

Berdasarkan data WHO, 92 persen penduduk dunia menghirup udara yang kualitasnya buruk.

Akibatnya, tujuh juta orang meninggal dunia. Dua juta di antaranya berada di kawasan Asia Tenggara.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved