Perjuangan Nenek Arpah Mencari Keadilan, PN Depok Tinjau Lokasi Sengketa Tanah

Sore ini pihak Pengadilan Negeri (PN) Depok menyambangi lokasi tanah yang menjadi sengketa di Jalan Ridwan Rais Gang Durian, Beji, Kota Depok.

Perjuangan Nenek Arpah Mencari Keadilan, PN Depok Tinjau Lokasi Sengketa Tanah
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Nenek Arpah di lokasi sengketa tanah miliknya di Jalan Ridwan Rais Gang Durian, Beji, Kota Depok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI – Kasus sengketa tanah yang dialami Arpah (63) alias Nenek Arpah telah memasuki babak akhir persidangan.

Sore ini pihak Pengadilan Negeri (PN) Depok menyambangi lokasi tanah yang menjadi sengketa di Jalan Ridwan Rais Gang Durian, Beji, Kota Depok.

Untuk diketahui, sengketa tersebut bermula pada tahun 2015 silam ketika Nenek Arpah memiliki tanah seluas 299 meter dan dijual kepada ayah tiri tergugat AKJ (26) seluas 196 meter dan tersisa 103 meter tanah.

Setelah seluruh proses pembayaran tanah seluas 196 meter tersebut selesai, Nenek Arpah diminta untuk kembali menandatangani kertas yang ternyata merupakan sertifikat sisa tanah 103 meter tersebut miliknya yang tak ia jual.

Saat ini Nenek Arpah kehilangan seluruh tanahnya seluas 299 meter dan mencoba mencari keadilan melalui jalur persidangan.

“Kegiatan ini pemeriksaan setempat memeriksa objek perkara. Setelah pemeriksaan setempat, kesimpulan, baru putusan,” ujar Hakim PN Depok Eko Julianto di lokasi sengketa, Jumat (2/8/2019).

8 Besar Thailand Open 2019: Marcus/Kevin Vs Endo/Watanabe Masuk Rubber Game, Live Streaming

Warga Kota Bekasi Diimbau Gunakan Kantong Ramah Lingkungan untuk Membungkus Daging Kurban

3 Bersaudara Korban Tewas Kecelakaan Truk Tanah Merupakan Pedagang Pakaian di Pasar Berbeda

Sementara itu, Nenek Arpah mengakui bahwa dirinya memang tak bisa membaca dan menulis ketika dimintai tanda tangan oleh AKJ.

Nenek Arpah mengira, dirinya dimintai tanda tangan karena urusan penjualan tanah seluas 196 meter belum selesai.

“Ngga, saya gak tau itu buat apa. Disuruh tandatangan doang yasudah saya tandatangan. Saya kira itu tandatangan urusan tanah seluas 196 meter yang dulu belum selesai,” pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved