Yusril Sarankan Rektor Asing Pimpinan PTN yang Sulit Berkembang

Bila hasilnya memuaskan, menurutnya hal itu dapat memicu daya saing PTN untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mahasiswa lulusannya.

Yusril Sarankan Rektor Asing Pimpinan PTN yang Sulit Berkembang
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra di RS Jantung Binawaluya, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra setuju dengan rencana menjadikan orang asing sebagai rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang ditarget mulai tahun 2020.

Menurutnya mendatangkan WNA jadi rektor PTN bisa meningkatkan kualitas sejumlah PTN yang sekarang belum jadi universitas favorit bila dibandingkan lainnya.

"Saran saya begini, itu diberikan ke Universitas Negeri yang pertumbuhannya agak sulit berkembang walaupun sudah didirakan dengan manajemen yang cukup lama," kata Yusril di RS Jantung Binawaluya, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2019).

Bila hasilnya memuaskan, menurutnya hal itu dapat memicu daya saing PTN untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mahasiswa lulusannya.

Yusril menilai rencana Presiden Joko Widodo dan Menristekdikti Mohamad Nasir juga demi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di lingkup internasional.

"Jadi undang saja Profesor asing yang ahli mengelola manajemen universitas untuk meningkatkan daya saing terhadap universitas di negara lain," ujarnya.

Perihal penolakan, Yusril menuturkan hal tersebut justru jadi pemicu rektor dalam negeri meningkatkan kualitas PTN yang dipimpin.

Menurutnya menjadikan orang asing jadi rektor bukan hal baru dalam dunia pendidikan karena sejumlah universitas di luar negeri sudah melakukan hal serupa.

"Nanti akan memicu juga rektor yang dari dalam negeri sendiri untuk bisa berbuat lebih baik lagi mengalahkan rektor yang asing. Jadi semuanya positif saya lihat," tuturnya.

Sebelumnya, Menristek Dikti Nasir mengatakan menjadikan orang asing sebagai rektor PTN di Indonesia bakal terealisasi paling cepat pada tahun 2020.

Menurutnya langkah mengimpor rektor ampuh meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia agar dapat bersaing secara internasional.

"Saya yakin ini jalan keluar terbaik untuk negara, untuk tingkatkan kualitas negara. Saya cuma kepingin Indonesia ada perguruan tinggi 200 dunia," kata Nasir.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved