Deni, Remaja 18 Tahun yang Rela Menunda Kuliah Demi Bantu Bocah Penderita Kanker

"Kuliah kan bisa nanti-nanti. Kalau bantu anak yang kena kanker harus cepat," kata Deni saat ditemui TribunJakarta.com.

Deni, Remaja 18 Tahun yang Rela Menunda Kuliah Demi Bantu Bocah Penderita Kanker
TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH
Relawan lapangan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), Deni (18), saat ditemui TribunJakarta.com di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (3/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Satu per satu pengunjung minimarket di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dihampiri Deni.

Ia kemudian meminta waktu sekitar lima menit untuk menjelaskan maksud kedatangannya.

Tak lama, ia mengeluarkan buku berukuran sekira 10x15 cm dari saku celananya.

Di bagian depan buku yang didominasi warna biru dan kuning itu terlihat tulisan Yayasan Kanker Anak Indonesia.

Lengkap dengan logo berupa ilustrasi seseorang tengah menggendong seorang anak.

Rupanya, Deni merupakan salah satu relawan lapangan dari yayasan tersebut. Usianya baru 18 tahun.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah tahun lalu, Deni langsung bergabung sebagai relawan.

Ia pun merada tidak masalah mesti menunda pendidikan di perguruan tinggi.

"Kuliah kan bisa nanti-nanti. Kalau bantu anak yang kena kanker harus cepat," kata Deni saat ditemui TribunJakarta.com, Sabtu (3/8/2019).

Agung Hercules Meninggal Karena Kanker Otak Glioblastoma, Begini Sebab dan Cara Mencegahnya

Deni mengaka iba melihat kondisi anak-anak penderita kanker. Ia mengatakan, biaya yang diperlukan untuk mengobati penyakit itu tidaklah sedikit.

"Saya kasihan saja sama anak-anak yang kena kanker. Kebanyakan dari keluarga kurang mampu. Kalau dibandingkan, saya lebih beruntung dari mereka," tuturnya.

Satu buku yang berisi voucher belanja dan menginap yang ditawarkan Deni dijual seharga Rp 150 ribu.

"Kami nggak mau minta sumbangan. Bukannya nggak sopan, tapi kayaknya lebih bagus jualan gini," ujarnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved