Polisi Gadungan Ditangkap karena Peras Pengendara di Tanah Abang

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Supriyadi mengatakan, pelaku menjalankan aksinya dengan modus menyamar menjadi anggota kepolisian.

Polisi Gadungan Ditangkap karena Peras Pengendara di Tanah Abang
ISTIMEWA/Dokumentasi Polsek Tanah Abang
Lencana polisi dan sepucuk senjata api maianan yang berhasil disita dari polisi gadungan di Tanah Abang, Sabtu (3/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Aparat kepolisian sektor Tanah Abang berhasil meringkus pria bernama Nataniel alias Niel (29) karena memeras seorang pengendara di daerah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Supriyadi mengatakan, pelaku menjalankan aksinya dengan modus menyamar menjadi anggota kepolisian.

Supriyadi mengatakan, pelaku ditangkap oleh pihak kepolisian saat tengah terlibat cekcok dengan seorang pengendara di lokasi kejadian pada Siang (3/8/2019) tadi.

"Anggota kami yang sedang melakukan observasi pada jam rawan melihat pelaku ini sedang cekcok dengan korbannya di TKP," ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/8/2019).

Melihat hal tersebut, petugas pun langsung mendatangi keduanya untuk melerai pertengkaran tersebut.

Gunung Sampah di Permukiman Tugu Selatan, Jakarta Utara Hanya Diangkut Sekali Sehari

Saat petugas mendatangi mereka, pelaku pun sempat mengaku sebagai polisi sambil menunjukkan sebuah lencana polisi.

"Petugas kami tidak begitu saja percaya dan meminta pelaku menunjukkan KTA (Kartu Tanda Anggota) kepolisian" ujarnya.

Namun, pelaku tidak bisa menunjukkan KTA dan petugas kepolisian pun langsung meringkusnya.

Tak hanya pelaku, polisi pun berhasil mengamankan lencana palsu dan sepucuk senapan mainan yang digunakan pelaku untuk menakuti korbannya.

"Kami juga melakukan penggeledehan di kosan pelaku dan berhasil menyita satu buah borgol," kata Supriyadi.

Dari hasil pemeriksaan, Supriyadi mengatakan, pelaku kerap menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjadi polisi untuk memeraskan korbannya.

"Dia mengakui sudah beberapa kali memeras korbannya dengan berpura-pura jadi polisi. Jadi bukan kali ini saja," ucapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku harus mendekam dalam jeruji besi Polsek Metro Tanah Abang.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved