Mati Lampu

Imbas Pemadaman, Pedagang di PGC Kramat Jati Merugi Sampai 50 Persen

Mulyaningsih (16), seorang pedagang kaus kaki ini mengatakan pemadaman terjadi dari siang dan tak kunjung menyala sampai malam hari ketika jam tutup.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di gerai elektronik di PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (5/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sejumlah toko di Pusat Grosir Cililitan (PGC) alami kerugian akibat pemadaman listrik yang kembali terjadi pada Senin (5/8/2019).

Pemadaman listrik akibat gas turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami trip dan gas turbin 7 dalam posisi off pada Minggu (4/8/2019) berdampak pada penghasilan pedagang di PGC, Kranat Jati, Jakarta Timur.

Sejumlah pedagang mengeluhkan omsetnya merosot hingga mencapai 50 persen.

Mulyaningsih (16), seorang pedagang kaus kaki ini mengatakan pemadaman terjadi dari siang dan tak kunjung menyala sampai malam hari ketika jam tutup toko.

Mulyaningsih (16), salah satu pedagang kaus kaki di PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (5/8/2019)
Mulyaningsih (16), salah satu pedagang kaus kaki di PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (5/8/2019) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Iya kemarin mati lampu dan yang nyala cuma lampu gedung aja, itupun sebagian. Tapi kalau lampu tokonya mati. AC gedung juga mati makanya pengunjung enggak banyak," katanya di lokasi, Senin (5/8/2019).

Meskipun demikian, gadis asal Parung Panjang ini tetap disuruh berdagang oleh bosnya. Sehingga ia tetap menutup tokonya seperti biasa, pada pukul 21.00 WIB.

"Gerah sih ya. Sambil jualan kipas-kipas aja karena emang enggak boleh tutup sama bos. Tapi tetap aja omset turun, biasa dapat Rp 800 rb bahkan lebih, kemarin itu sampai tutup mentok di Rp 400 rb," sambungnya.

Dika Saputra, pedagang lainnya menceritakan harus menutup tokonya karena sepinya pembeli yang datang.

"Untuk pengunjung itungannya sepi ya. Sebab AC juga mati. Makanya saya tutup toko jam 17.00 WIN padahal biasanya sampai jam 21.00 WIB," jelas karyawan toko elektronik itu.

Akibatnya ia harus merugi belasan juga karena kemarin hanya mendapatkan omset sebesar Rp 15 juta dari biasanya berjumlah Rp 50 juta.

Keduanya hanyalah sebagian dari pedagang yang ada.

Sebab beberapa pedagang di PGC juga menuturkan cerita yang sama pada TribunJakarta.com, yakni merugi imbas dari pemadaman listrik yang terjadi kemarin.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved