Breaking News:

Ibadah Haji 2019

Jadwal Lontar Jumrah Untuk Jemaah Haji Indonesia 10 Zulhijah Tengah Malam

Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan edaran jadwal melempar jumrah untuk jemaah haji asal Indonesia yang jatuh pada 10 Zulhijah tengah malam.

Editor: Y Gustaman
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Jemaah haji tawaf di Masjidil Haram memakai payung untuk terlindung panas, Rabu (31/7/2019). Jemaah haji diimbau simpan energi jelang fase puncak haji. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MEKKAH – Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan edaran jadwal melempar jumrah untuk jemaah haji asal Indonesia yang jatuh pada 10 Zulhijah tengah malam.

“Kita sudah menerima surat dari Kementerian Haji Arab Saudi melalui Muassasah terkait dengan jadwal lontar jumrah baik tanggal 10 , 11 , 12, 13. Pada 10 Zulhijah ketika jemaah sudah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan lewat tengah malam menuju Mina. Pada saat itulah jemaah mulai akan melakukan lempar jumrah aqobah,” kata Kepala Daker Makkah, Subhan Cholid, Senin (5/8/2019).

Subhan menambahkan pada 10 Zulhijjah itu, Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa untuk jemaah haji Asia Tenggara termasuk indonesia dilarang melaksanakan jumrah dari jam 4 sampai jam 10 pagi.

“Nah ini selain juga jam itu jam yang sangat padat, juga keluarnya jemaah haji dari tenda menuju Jamarat itu memenuhi jalan, yang jalan itu sesungguhnya untuk laju kendaraan untuk mengantarkan jemaah dari Muzdalifah ke Mina,” tambah Subhan.

Jadwal lontar jumroh ini penting dipatuhi oleh jemaah haji Indonesia untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Jadi jam-jam itu dilarang selain karena padatnya jemaah Haji di Mina, dan menghindari bertabrakan dan juga peristiwa yang dulu-dulu pernah terjadi, juga untuk menghindari padatnya lalu lintas dan itu menghambat kendaraan yang mengantarkan jemaah dari Muzdalidah ke Mina,” tambah Subhan.

Setelah fase kritis ini, Subhan menjelaskan pada 11 Zulhijjah free bebas jam berapapun dari dini hari tanggal 11 sampai dini hari tanggal 12 kapan saja bebas jemaah haji Indonesia dan Asia tenggara bebas melempar jumrah.

“Kemudian tanggal 12 itu dilarangnya waktu jam 10 sampai jam 2, karena nafal awal, jemaah dari seluruh dunia berdesak-desakan mengejar afdholiahnya yang ba'da zawal, nah itu jam 10 sampai jam 2 untuk Asia Tenggara tidak diizinkan untuk melempar jumrah. Lalu kemudian tanggal 13 bebas dari pagi sampai dengan jemaah selesai melakukan nafar tsani,” ucap Subhan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved