Polisi Usut Kasus Meninggalnya Aurel, Calon Paskibraka Tangsel

Selain enggan melapor ke polisi, Faried juga menegaskan, keluarga tidak akan memberi izin autopsi terhadap jasad anaknya.

Polisi Usut Kasus Meninggalnya Aurel, Calon Paskibraka Tangsel
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Sri Wahyuni dan Faried Abdurrahman, orang tua dari Aurellia Qurratu Aini, Paskibraka Tangsel yang meninggal saat masa diklat, di kediamannya di bilangan Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang, Jumat (3/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Orang tua dari Aurellia Qurratu Aini, enggan membawa kasus meninggalnya sang anak ke pihak yang berwajib.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Aurel, panggilan karib pelajar SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong itu meninggal pada mada pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi calon Paskibraka Tangsel.

Padahal, Faried Abdurrahman dan Wahyuniarti, kedua orang tua Aurel menduga anaknya meninggal karena kelelahan.

Faried bahkan mengungkapkan anaknya pernah ditampar, dicubit dan disuruh memakan jeruk beserta kulitnya.

Selain enggan melapor ke polisi, Faried juga menegaskan, keluarga tidak akan memberi izin autopsi terhadap jasad anaknya.

"Sekali lagi karena dari awal kita tidak ingin melakukan menempuh jalur hukum, apa lagi untuk masuk lagi ke ranah autopsi. Kita juga kan nggak mungkin mau menyakiti lagi jasad anak kami. Kami berusaha untuk ikhlas meski berat. Tapi kita ada catatan-catatan yang harus diubah di sistem pelatihan yang harus mereka lakukan," ujar Faried di kediamannya di bilangan Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang.

Faried hanya ingin pihak Pemkot Tangsel, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangsel, berbenah untuk memastikan pelatihan sesuai standard.

Ia meyakini anaknya tidak menginginkan kegaduhan dari peristiwa ini. Namun catatan soal evaluasi pelatihan harus menjadi perhatian.

"Jadi itu saja penekanan dari kami. Karena jika kita masuk ke ranah hukum pun. Bagi saya dan bagi istri. Saya meyakini anak saya juga tidak mau ini, karena saking cinta dia dengan Paskibraka dia tidak ingin ada korban yang lain selain Aurel, ini cukup menjadi pelajaran saja biar jangan terulang lagi untuk Aurel Aurel selanjutnya," jelasnya.

Faried menegaskan, dirinya tetap siap dimintai keterangan jika diperlukan oleh pihak kepolisian.

Meskipun keluarga tidak melapor, pihak Polres Tangsel tetap mengusut kasus itu.

Timor Leste Tidak Terbukti Melakukan Pencurian Umur Pemainnya di Piala AFF U-15

Kalahkan Liverpool Melalui Adu Penalti, Manchester City Pertahankan Gelar Community Shield

Dinikahi Pengusaha asal Timor Leste, Intip Rumah Mewah Krisdayanti Seharga Rp 10 Miliar di Ibu Kota

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan informasi.

"Masih lanjut, kita masih kumpulkan faktanya," terang Muharram saat dihubungi TribunJakarta.com, Minggu (4/8/2019).

Saat ditanya berapa saksi yang sudah ditanyakan terkait kasus itu, Muharram tidak menjawabnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved