Mati Lampu

Selama Mati Lampu, Dagangan Makanan Sundari Cepat Habis

Sundari (36), satu pedagang warung makan di Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit mengaku tak kesulitan 

Selama Mati Lampu, Dagangan Makanan Sundari Cepat Habis
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Warung makan Sundari di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (5/8/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Meski dampak pemadaman listrik di wilayah Jawa Barat yang terjadi kemarin membuat seluruh aktivitas warga terganggu segelintir pelaku usaha justru mengaku untung.

Sundari (36), satu pedagang warung makan di Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit mengaku tak kesulitan menggaet pelanggan agar mampir ke warungnya.

"Pembeli mah banyak, enggak susah. Karena semua orang kan juga merasakan mati lampu. Untuk masak saja susah, jadi banyak yang beli makanan," kata Sundari di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (5/8/2019).

Namun dia membenarkan dampak pemadaman listrik yang kemarin baru berakhir sekira pukul 22.00 WIB membuatnya kesulitan berdagang.

Sundari menuturkan nyaris gagal berdagang karena tak ada air bersih untuk keperluan mencuci dan memasak sehingga harus membeli air galon.

"Saya dagang dari jam tiga sore, biasanya baru habis jam 10 malam. Tapi kemarin sebelum jam sembilan malam sudah habis, banyak yang beli. Tapi kalau untung ya sama saja, cuman lebih cepat habis," ujarnya.

Soal harga, Sundari mengaku tak menaikkan harga jual karena maklum dengan musibah pemadaman listrik yang menyulitkan warga.

Dia berharap PT PLN Persero lekas memperbaiki gangguan yang dialami sehingga tak menyulitkan masyarakat beraktivitas.

"Kalau yang saya tahu mati lampu karena efek gempa kemarin, tapi enggak tahu juga benar atau enggaknya. Ya semoga cepat normal saja listriknya, kasihan warga," ujarnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved