Persija Jakarta

Tambah Kekuatan di Lini Pertahanan, Bos Persija Jakarta: Fakhrudin Sudah 90 Persen

Pemain berlabel Timnas Indonesia itu memang sudah dikait-kaitkan sejak lama dengan tim Ibu Kota.

Tambah Kekuatan di Lini Pertahanan, Bos Persija Jakarta: Fakhrudin Sudah 90 Persen
TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA
Chief Exexutive Officer (CEO) Persija Jakarta, Ferry Paulus saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Persija Jakarta sudah mulai bergerak cepat mencari pemain baru tambahan untuk timnya.

Nama pemain bertahan Madura United, Fakhrudin Aryanto dikabarkan selangkah lagi akan berkostum Persija Jakarta di putaran kedua Liga 1 2019.

Pemain berlabel Timnas Indonesia itu memang sudah dikait-kaitkan sejak lama dengan tim Ibu Kota.

Terlebih, Fakhrudin sudah jarang mendapatkan kesempatan bermain menjadi starter utama di Madura United.

Peluang tersebut coba dimanfaatkan oleh Ferry Paulus untuk bisa membujuk sang pemain agar bisa memperkuat Persija Jakarta di sisa akhir kompetisi Liga 1 2019.

Hadapi PSM Makassar di Final Leg 2 Piala Indonesia, Persija Jakarta Terancam Tak Didukung Jakmania

Ferry Paulus mengatakan sudah mendapatkan restu dari manajemen Madura United mengenai proses perekrutan Fakhrudin.

Namun, proses tersebut harus terhambat pada saat tinggal menyelesaikan proses akhir kesepakatan.

"Ya, Fakhrudin sudah 90 persen. Artinya harus ketemu sekali lagi sama dua belah pihak. Kemarin seharusnya ketemu, tapi tiba-tiba ada malapetaka Madura United kalah lawan PSS Sleman jadi batal ketemu," ucap CEO Persija, Ferry Paulus saat dikonfirmasi, Senin (5/8/2019).

Ferry Paulus belum mengetahui alasan pihak Madura United belum mau menyelesaikan proses transfer tersebut.

Saat ini, pihak Persija Jakarta lebih memilih bersabar dalam menunggu bergabungnya Fakhrudin Aryanto.

"Sebenernya bisa dibilang sudah sepakat lah ya. Makanya tadi saya bilang sudah 90 persen. Tapi memang saya tidak tahu seperti apa permasalahan kemarin itu jadi evaluasi pembatalan atau bagaimana atau negosiasi persisnya belum tahu," tutur pria asal Manado tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved