Dipenjara 6 Tahun hingga Denda Rp 30 Miliar, Ini Ancaman Bagi Penjual Bensin Eceran Menurut UU Migas

"Larangan masyarakat tidak boleh membeli BBM jenis apa pun untuk dijual kembali sudah diatur oleh UU No. 22/2001 tentang Migas," ujarnya.

Dipenjara 6 Tahun hingga Denda Rp 30 Miliar, Ini Ancaman Bagi Penjual Bensin Eceran Menurut UU Migas
TribunJakarta.com/Bima Putra
Bensin eceran yang dijual Husni (62) di jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jumat (7/4/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA.  

TRIBUNJAKARTA.COM - Belum lama ini, Pertamina kembali mengingatkan kepada para pedagang bensin eceran.

Peringatan itu adalah pembelian bensin di SPBU dengan tujuan untuk dijual kembali demi mencari keuntungan adalah suatu hal yang dilarang.

Begitulah yang disampaikan Sales Eksekutif Pertamina Retail IV, wilayah Kalimantan Barat, Benny Hutagaol di Pontianak pada Sabtu (3/8) kemarin.

"Larangan masyarakat tidak boleh membeli BBM jenis apa pun untuk dijual kembali sudah diatur oleh UU No. 22/2001 tentang Migas," ujarnya.

Ia juga juga berpendapat bahwa bagi siapa saja yang memperjualbelikan kembali BBM telah melanggar aturan niaga BBM.

Ini sudah dituangkan dalam pasal 55 No. 22/2001 mengenai migas dengan hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal hingga Rp30 miliar.

Benny juga mengatakan bahwa kios-kios yang menjual bensin eceran ini telah melanggar UU miigas, apalagi jika berada di tengah kota.

Menurut Benny ini hal ini merupakan suatu hal yang berbahaya bagai sang penjual dan juga orang lainnya.

Ia juga mengatakan kalau ada yang mengeluarkan rekomendasi untuk penjualan BBM di suatu wilayah kota, artinya itu sudah melanggar UU Migas.

Benny juga memberikan contoh dampaknya jika hal itu terjadi.

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved