Dipenjara 6 Tahun hingga Denda Rp 30 Miliar, Ini Ancaman Bagi Penjual Bensin Eceran Menurut UU Migas

"Larangan masyarakat tidak boleh membeli BBM jenis apa pun untuk dijual kembali sudah diatur oleh UU No. 22/2001 tentang Migas," ujarnya.

Dipenjara 6 Tahun hingga Denda Rp 30 Miliar, Ini Ancaman Bagi Penjual Bensin Eceran Menurut UU Migas
TribunJakarta.com/Bima Putra
Bensin eceran yang dijual Husni (62) di jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan. Jumat (7/4/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA.  

Bensin bisa dibeli di toko-toko serba ada atau toko material yang menjual bahan kimia.

Awal tahun 1900-an, jumlah kuda di Amerika Serikat diperkirakan 20 juta ekor, sedangkan mobil cuma ada 4.000 saja.

Tapi cuma dalam waktu beberapa tahun, jumlah mobil melonjak.

Tahun 1905 saja tercatat 25.000 mobil diproduksi di AS.

Peluang ini ditangkap John McClean, manajer penjualan Standard Oil Co (cikal bakal Chevron) di Seattle.

la membuat pompa bensin sederhana, berupa tangki berkapasitas 30 galon yang disambung dengan selang dan diberi gelas ukur pada ujungnya.

Pompa bensin pertama di dunia itu beratapkan kanvas, tersedia jalur kendaraan, serta meteran untuk mengetahui jumlah BBM yang dijual.

Awalnya pemerintah mengkhawatirkan pompa bensin semacam itu, karena takut terjadi kebakaran.

Tapi nyatanya masyarakat suka, terbukti dari jumlahnya yang terus bertambah. Pompa bensin yang dikelola Standard berjumlah 34 unit (tahun 1914), 218 unit (1919), lalu 700 unit (1923).

Selain Standard, ada tiga perusahaan lain yang juga ikut meraup untung dari bisnis menggiurkan ini.

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved