Oknum Mengaku Polisi Hendak Geledah Rumah di Bekasi Merupakan Kejadian 5 Tahun Lalu

Ismanuyono pemilik rumah mengatakan, kejadian lima tahun lalu itu memang benar terjadi

Oknum Mengaku Polisi Hendak Geledah Rumah di Bekasi Merupakan Kejadian 5 Tahun Lalu
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Pemilik rumah Ismanuyono saat dijumpai di kediamannya di Perumahan Kemang Pratama Bekasi, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Sebuah pesan berantai whatsapp, terkait pengalaman seorang warga Perumahan Kemang Pratama Bekasi yang didatangi sekelompok orang mengaku polisi hendak menggeledah rumah merupakan kejadian yang terjadi 2014 silam.

Ismanuyono pemilik rumah mengatakan, kejadian lima tahun lalu itu memang benar terjadi. Tapi, dia tidak tahu siapa yang pertama kali menyebarkan pesan tersebut hingga viral di pesan whatsapp.

"Enggak tahu saya enggak pernah nyebar, tahu-tahu ramai viral gitu aja," kata Ismanuyono saat dijumpai di kediamannya, Perumahan Kemang Pratama, Jalan Niaga 1, Blok B16, Kota Bekasi, Selasa (6/8/2019).

Ia tidak ingat persis kapan pesan berantai itu pertama kali viral, tapi sejak tahun 2014, bebarapa lama setelah kejadian, pesan berantai berisi himbauan agar hati-hati dengan oknum pura-pura polisi hendak geledah rumah sudah tersebar luas.

Lima tahun berlalu, pesan berantai ini selalu terulang, viral di beberapa grup whatsapp. Ismanuyono sendiri bahkan kerap menerima pesan itu melalui grup atau teman dan kerabatnya yang mengirim langsung ke dirinya.

"Temen di grup juga kadang masih ada yang nanya, saya bilang udah ketinggalan jaman itu, kejadian udah lama," ungkapnya.

Saking seringnya, Ismanuyono bahkan sampai hapal pola-pola kejadian apa yang kemungkinan bakal mengiringi pesan berantai kejadian 2014 silam itu viral dan tersebar kembali.

"Waktu Pilres 2014 setiap ada ribut negara pasti muncul itu chat (pesan), kemarin waktu tahun berapa ya belum lama ini, polisi sampai datang kesini, saya jelasin itu kejadian udah lama," paparnya.

Dia bahkan bosan menanggapi pertanyaaan dari teman atau kerabatnya yang baru mengetahui pesan berantai itu.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved