Breaking News:

Masyarakat Pesimis Besek Bambu dapat Gantikan Kantong Plastik

Hal itu terlihat dari belum ada satu pun besek bambu yang terjual di minimarket Mini DC di Pasar Kopro, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Besek bambu untuk membungkus daging kurban telah tersedia di minimarket milik PD Pasar Jaya di Pasar Kopro, Jakarta Barat, Rabu (7/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Alternatif besek bambu sebagai  pengganti kantong plastik untuk membungkus daging kurban nampaknya sulit berhasil.

Hal itu terlihat dari belum ada satu pun besek bambu yang terjual di minimarket Mini DC di Pasar Kopro, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Beberapa warga yang sedang berbelanja di pasar itu bahkan mengaku belum mengetahui adanya imbauan penggunaan besek bambu untuk membungkus daging kurban saat Idul Adha nanti.

"Wah belum tahu tuh musti pakai besek, emangnya masih ada yang jual besek bambu sekarang," kata Iis (44) yang sedang berbelanja sembako di Pasar Kopro, Rabu (7/8/2019).

Menurut dia, kantong plastik masih akan menjadi pilihan utama warga untuk membungkus daging kurban.

Sebab, ia menyebut hal itu lantaran lebih praktis dan murah.

Mengenal Mangku Sitepoe, Dokter yang Rela Dibayar Rp 10 Ribu, Sembuhkan Pasien untuk Kepuasan Batin

Besek Bambu di Pasar Kopro Masih Belum Diminati Masyarakat

"Kita emang tahu kalau plastik itu susah terurai tapi kan kita mah cari yang praktis aja. Dibanding pakai besek nyarinya susah," kata IIs yang juga belum mengetahui adanya distribusi besek bambu di sejumlah pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya.

Hal senada disampaikan Ratna (30). Ia mengaku pesimistis penggunaan besek bambu akan berhasil saat Idul Adha

"Sudah tahu sih dari berita jangan pakai kantong plastik pas Idul Adha nanti. Tapi kayaknya masih sulit buat masyarakat kita beralih dari ketergantungan plastik," ujarnya.

Karyawan minimarket Mini DC Romi (24), mengakui sampai saat ini belum ada satu pun yang membeli besek bambu di pasar ini.

"Sudah sejak Senin lalu kita jualannya Rp 2000 per buah, tapi sampai sekarang belum ada satu pun yang kejual," kata Romi.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved