Mati Listrik

Pohon Sengon Jadi Tertuduh Sementara Penyebab Pemadaman Massal, Mabes Polri Dalami Sabotase

Untuk saat ini, keterangan sementara dari empat saksi PT PLN menyatakan faktor alam sebagai dugaan penyebab gangguan listrik.

Pohon Sengon Jadi Tertuduh Sementara Penyebab Pemadaman Massal, Mabes Polri Dalami Sabotase
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Permukiman warga Jakarta difoto dari Rusun Karet Tengsin terlihat gelap gulita hanya gedung perkantoran dan apartemen yang terang, Minggu malam (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Mabes Polri mendalami adanya kemungkinan sabotase terkait penyebab gangguan listrik yang melanda Jabodetabek dan sekitarnya pada Minggu (4/8/2018) lalu.

Diketahui, berdasarkan dugaan sementara, gangguan listrik disebabkan oleh pohon yang melebihi batas ketinggian sehingga terjadi lompatan listrik.

"Faktor human error, itu pun akan didalami. Sangat mungkin perbuatan melawan hukum, mungkin ada sabotase," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Untuk saat ini, keterangan sementara dari empat saksi PT PLN menyatakan faktor alam sebagai dugaan penyebab gangguan listrik.

Namun, Wakapolda Kalimantan Tengah itu menegaskan pihaknya tak akan cepat mengambil kesimpulan. Polri tetap akan menunggu hasil investigasi tim beserta pakar dan ahli.

"Kemarin dari Bareskrim sudah turun, melakukan pencegahan. Yang dilakukan untuk penyelidikan awal dari hasil keterangan empat petugas PT (PLN), salah satu faktornya penyebab utamanya alam. Karena di-assesment juga dari Semarang, perbatasan Jateng," ucapnya.

"Artinya tim butuh proses yang cukup panjang. Dari bukan hanya dari Mabes, tapi juga pakar dan ahli sesuai kompetensi masing-masing. Dari investigasi itu, baru dibuat kesimpulan," tukas Dedi.

Gaji dipangkas 

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) harus membayarkan ganti rugi sebesar Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggannya akibat mati listrik yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, perseroan tidak bisa mengandalkan dana dari APBN untuk membayarkan ganti rugi tersebut.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved