Idul Adha 2019
Sejumlah Penyakit Rentan Serang Hewan Kurban, Distanikan Periksa Hewan Menyeluruh
"Kalau yang sudah kita periksa ada tanda kalung dari petugas kalau di lapak tersebut hewan kurbannya sehat semua dan layak jual," ujar Momon.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanikan) Kota Bekasi, Momon Sulaiman mengatakan, terdapat sejumlah penyakit yang dikhawatirkan menjangkit hewan kurban yang dijual di lapak-lapak musiman jelang perayaan Iduladha.
Momon menjelaskan, penyakit tersebut diantara, semi katarak atau pink eye, kudis atau scabies pada kambing, cacing hati pada sapi atau fasciolosis serta pilek atau rhinitis akibat terserang virus.
"Penyakit-penyakit itu yang rentan menyerang hewan kurban, tentu kita sangat tidak merekomendasikan hewan yang terjangkit penyakit dijual ke masyarakat," kata Momon saat dikonfimasi, Rabu (7/8/2019).
Petugas pemeriksaan sejak satu pekan lalu telah bergerak melakukan pemeriksaan hewan kurban ke lapak-lapak jualan hewan yang ada di wilayah Kota Bekasi.
Ketika dijumpai hewan kurban dalam kondisi tidak sehat, petuga akan langsung melakukan pengobatan dan meminta pedagang agar tidak dijual sebelum kondisinya sehat.
"Kalau yang sudah kita periksa ada tanda kalung dari petugas kalau di lapak tersebut hewan kurbannya sehat semua dan layak jual," ujar Momon.
Namun dia belum dapat merinci berapa jumlah hewan kuran sejauh ini yang masuk dalam kategori tidak sehat atau terjangkit penyakit. Adapun pemeriksaan hewan akan terus dilakukan sampai pelaksaan hari Raya Iduladha 1440 hijriyah atau Ahad, (11/8/2019) mendatang.
• Barbie Kumalasari Disemprot Kakak Fairuz A Rafiq, Beri Omelan Menohok: Stres!
• PLN Akan Ganti Rugi Rp839 M, Pemerintah Enggan Ikut Campur, Moeldoko: Nanti Dikit-dikit Publik Klaim
• Rapor Persib Bandung Melempem, Robert Alberts Soroti Mengenai Striker
Untuk petugas pemeriksaan hewan kurban, Distanikan Kota Bekasi bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini dilakukan agar pelaksaan pemeriksaan dapat lebih maksimal.
Bantuan tenaga dokter hewan ini telah dikerjasamakan sejak 2018 silam, ada sedikitnya 50 orang yang akan dikerahkan Fakultas Kedokteran Hewan IPB untuk membantu melakukan pengecekan hewam kurban di wilayah Kota Bekasi.
"Kita sengaja menggandeng IPB agar bisa menjangkau seluruh wilayah pemeriksaan hewan, karena tidak mungkin kalau hanya mengandalkan dokter hewan yang ada di kita," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/lapak-hewan-kurban-di-bekasi.jpg)