Uji Coba PLTSa Sumur Batu Bekasi Gagal, Pengembang PT NWA Bakal Kena Surat Peringatan

Pemerintah Kota Bekasi sejauh ini tengah mempersiapkan surat peringatan kedua (SP2) untuk pengembang lantaran gagal mengoperasikan PLTSa

Uji Coba PLTSa Sumur Batu Bekasi Gagal, Pengembang PT NWA Bakal Kena Surat Peringatan
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BAHCTIAR
Petugas saat mengoperasikan mesin PLTSa Sumur Batu ketika diuji coba, Jumat (2/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Uji coba pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Sumur Batu yang dikembangkan PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, pada Jumat dan Sabtu, 2 sampai 3 Agustus 2019 kembali gagal.

Pemerintah Kota Bekasi sejauh ini tengah mempersiapkan surat peringatan kedua (SP2) untuk pengembang lantaran gagal mengoperasikan PLTSa sesuai perjanjian kerja sama.

"SP2 ini sesuai dengan hasil commisioning test yang dilakukan akhir pekan kemarin, karena hasilnya belum memuaskan," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi Kustantinah, Rabu (7/8/2019).

Kustantinah menjelaskan, beberapa poin yang harusnya dapat dicapai dalam proses uji coba tidak dapat dipenuhi pihak pengembang. Poin-poin ini merupakan dasar yang dipegang Pemkot Bekasi untuk memberikan rekomendasi kepada PT NWA apakah laik atau tidak pengembang PLTSa.

"Dari uji coba sebelumnya selalu yang mejadi kendala adalah poin utama yang ingin kita jadikan pijakan dasar, tetapi dari beberapa uji coba belum juga dapat terpenuhi," ujar dia.

Poin tersebut diantaranya, PLTSa yang dikembang PT NWA menurut Dinas LH tidak melakukan proses refuse derived fuel (RDF) dalam proses pengolahan sampah mejadi energi listrik.

Penemuan Tulang Belulang di Tanjung Priok: Misteri Ikat Pinggang Laki-laki dan Lahan Kosong

Bli Sapi Berikan Doorprize Logam Mulia 10 Gram Untuk Pembeli Hewan Kurban di Lapaknya

Kedua, listrik yang dihasilkan PLTSa Sumur Batu nol atau belum dapat memproduksi listrik.

Lalu poin yang ketiga, mesin kapasitas pengolahan sampah yang dibuat PT NWA belum sesuai dengan perjanjian kerja sama, dari target listrik yang dihasilkan sebesar 34,6 megawatt, saat uji coba mesin hanya mengolah sampah sebesar 150-200 ton atau setara 1,5 megawatt.

"Poin-poin ini akan kita sampaikan berbarengan dengan pemberian SP2, kita minta agar PT NWA dapat memperbaiki poin-poin tersebur agar sesuai dengan perjanjian kerja sama dikana hak dan kewajiban harus dikerjakan," tegas dia.

Kendati demikian, Kustantinah belum dulu mengumbar apakah Pemkot Bekasi bakal memutus kontrak kerja sama dengan PT NWA. Namun yang jelas, jika uji coba selanjutnya pengembang belum juga menunjukkan hasil yang memuaskan, SP3 bisa saja dikeluarkan.

"SP2 kita keluarkan jika belum juga menyelesaikan persoalan kita berika SP3, dengan begitukan akan putus kontrak dengan sendirinya," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved