Idul Adha 2019

280 Hewan Kurban di Jakarta Barat Tak Lolos Pemeriksaan Kesehatan

Hewan kurban yang tak lolos pemeriksaan ini pun harus dipisahkan dengan hewan yang telah dinyatakan layak untuk kurban.

280 Hewan Kurban di Jakarta Barat Tak Lolos Pemeriksaan Kesehatan
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara melakukan pengecekan kelaikan hewan kurban, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Jelang Idul Adha 1440 H, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Churniatun menyebut sudah ada 12.958 hewan kurban yang diperiksa dari 195 titik di Jakarta Barat.

Adapun rinciannya yakni 3542 ekor sapi, 78 ekor kerbau, 8209 ekor kambing dan 1129 ekor domba.

"Pemeriksaanya dilakukan sejak 29 Juli lalu dan akan terus dilakukan sampai H-1 Idul Adha pada Sabtu lusa," kata Churniatun saat dikonfirmasi, Kamis (8/8/2019).

Dikatakan Churniatun, dari 12.958 hewan kurban yang telah diperiksa, sebanyak 280 ekor diantaranya dinyatakan tak layak untuk kurban lantaran sakit, cacat maupun belum cukup umur.

Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Dhamantra Ditangkap KPK

Diimbangi Bhayangkara FC, Tim Pelatih Persija U-20 Evaluasi Kinerja Pemainnya

"Hasil pemeriksaan ditemukan 19 ekor hewan sakit antara lain sakit mata dan diare, satu ekor cacat dan 260 ekor belum cukup umur," kata Churniatun.

Hewan kurban yang tak lolos pemeriksaan ini pun harus dipisahkan dengan hewan yang telah dinyatakan layak untuk kurban.

Sedangkan untuk yang sakit, Churniatun menyebut masih bisa dijual namun harus kembali menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Sebab, mayoritas hewan kurban yang sakit lantaran disebabkan perbedaan cuaca habitat mereka dengan saat berada di tempat penjualan.

Selain itu, perjalanan jauh juga menjadi faktor yang membuat fisik hewan menjadi mudah sakit.

"Jadi yang sakit ini kita pisahkan dari yang sehat, yang diare kita kasih obat, sakit mata kita kasih salep. Biasanya pada hari H sudah sembuh, tapi kalau untuk dijual lagi tentu harus dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved