Janda Surabaya Jadi Kurir Sabu Jaringan Lapas Demi Anak: Simpan Aneka Narkoba di Kulkas Biar Awet

Yetti Arianie (39) hanya bisa terdiam saat kepergok petugas sedang membawa sabu seberat 39.49 gram.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Yettie Arianie (39) saat dikeler ke Mapolsek Karang Pilang 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Yetti Arianie (39) hanya bisa terdiam saat kepergok petugas sedang membawa sabu seberat 39.49 gram.

Polisi memergoki Yetti di sebuah persimpangan Jalan Gayungsari, Gayungan, Surabaya, Rabu (29/7/2019).

Ibu satu anak itu hanya terdiam di atas motor yang dikendarainya saat polisi memberondong pertanyaan perihal asal muasal barang bukti sabu-sabu yang dikemas dalam satu poket plastik itu.

Entah karena shock ataukah takut, rentetan pertanyaan itu tetap saja tak dijawab oleh Yettie.

Karena terus bungkam, Yettie terpaksa digelandang polisi ke Mapolsek Karang Pilang, malam itu juga.

Kanit Reskrim Polsek Karang Pilang Iptu Wardi Waluyo mengungkapkan, Yettie merupakan ibu rumah tangga yang bekerja sebagai kurir narkoba.

Jangan diremehkan track recordnya setelah berani buka mulut pada polisi di ruang penyidik, akhirnya terungkap.

Bahwa bisnis jasa antar barang haram yang ia lakukan itu telah berjalan selama tiga tahun.

"Selama itu belum pernah ketangkap dan baru ini dia ketangkap," kata Wardi saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (7/8/2019).

Dan yang membuat makin mencengangkan, ungkap Wardi, sudah tidak bisa dihitung lagi jumlah pengiriman yang dilakukannya selama menjadi kurir.

Halaman
123
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved