Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Hanya Menerima Laporan 3 WNA Terjaring Satpol PP di Sawah Besar

Dari laporan tersebut, lanjutnya, kantor imigrasi Jakarta Pusat bertindak guna mengamankan 3 Warga Negara Asing (WNA) di hotel Oyo Jakarta Pusat.

Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Hanya Menerima Laporan 3 WNA Terjaring Satpol PP di Sawah Besar
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
(Dari paling kiri), Kasubsi Sospol Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Bambang Ariyanto, Kasi Inteldak Im Ruhiyat Tholib, Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Pusat Is Eko, , Pasi-Intel Kodim Jakarta Pusat Kodim Mayor Inf Denver, Perwakilan dari kecamatan Sawah Besar Agus Muharam, Lurah Kartini Jakarta Pusat Samuel, dan Kasatpol PP kecamatan Sawah Besar Sugiarso, pada konferensi pers di kantor imigrasi Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Pusat, Is Eko, menyebut pihaknya hanya menerima laporan dari Satpol PP Jakarta Pusat, terkait razia 3 Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan tindakan asusila, di Hotel Oyo, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Is Eko menegaskan, kantor Imigrasi Jakarta Pusat tak turut serta dalam razia 3 WNA tersebut.

"Kami hanya menerima laporan dari Satpol PP kecamatan Sawah Besar pada Rabu 31 Juli 2019. Dan tidak ikut razia," kata Is Eko, pada konferensi pers di kantor imigrasi Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Dari laporan tersebut, lanjutnya, kantor Imigrasi Jakarta Pusat bertindak guna mengamankan 3 Warga Negara Asing (WNA) di hotel Oyo Jakarta Pusat.

Dua di antara 3 WNA tersebut adalah HI (17) dan SH (15) yang berasal dari Afganistan.

Satunya lagi berinisial DC (42) yang berasal dari Nigeria.

Menurutnya, dua orang asal Afganistan tersebut merupakan pencari suaka dan memiliki kartu resmi UNCHR.

Sementara, WNA asal Nigeria ini telah melebihi izin batas waktu atau overstay.

"Dua orang Afganistan itu pencari suaka. Dan orang Nigeria itu sudah overstay," ucap Is Eko.

Terkait dengan diamankannya dua WNA Afganistan, petugas imigrasi Jakarta Pusat telah berkoordinasi dengan UNCHR dan LSM Save The Children.

Dianggap Meresahkan Warga, WNA Ilegal Tinggal Dekat Bandara Soekarno-Hatta Diamankan Imigrasi

"Karena kedua orang ini masih di bawah umur. Makanya kami coba koordinasi dulu sama UNCHR dan LSM Save The Children untuk bantu mendampingi mereka," jelasnya.

Nantinya, dua WNA Afganistan ini akan dikembalikan dan dilakukan pembinaan di shelter penampungan pengungsi di Mampang Jakarta Selatan.

Sementara, untuk WNA Nigeria, akan dilakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian merujuk pada pasal 75 ayat 1 UU Keimigrasian.

"Untuk dua WNA Afganistan bakal kami kirim ke shelter penampungan di Mampang. Untuk WNA Nigeria, kami bakal deportasi," kata Is Eko.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved