Pemkot Bekasi Belum Mengoperasikan 21 Bus Hibah dari Kementerian Perhubungan

Kondisi bus sampai saat ini dibiarkan terparkir hingga berdebu di halaman Kantor PDAM Tirta Patriot, Jalan Raya Perjuangan, Kecamatan Bekasi Utara

Pemkot Bekasi Belum Mengoperasikan 21 Bus Hibah dari Kementerian Perhubungan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Bus hibah dari Kemenhub untuk Pemkot Bekasi yang belum dapat dioperasikan sejak diserahkan Desember 2018 silam. Bus ini diparkir di halaman Kantor PDAM Tirta Patriot Jalan Perjuangan Bekasi Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Sebanyak 21 bus hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diberikan ke Pemerintah Kota Bekasi sampai saat ini belum juga dioperasikan sejak diterima Desember 2018 silam.

Kondisi bus sampai saat ini dibiarkan terparkir hingga berdebu di halaman Kantor PDAM Tirta Patriot, Jalan Raya Perjuangan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Menanggapi hal itu, Pitra Setiawan Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memgatakan, setiap barang atau aset yang telah dihibahkan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak yang menerima.

"Kalau saya intinya gini mas itukan udah proses hibah, kan udah jadi barang asetnya pemda hubungan dengan kemenhub apa? Karena sudah dikasikan ke pemda itu," kata Pitra kepada TribunJakarta.com, Kamis (8/8/2019).

Namun meski begitu, Kemenhub sejauh ini telah mengetahui kondisi yang terjadi dengan 21 bus hibah untuk Pemkot Bekasi.

Pitra menjelaskan, pihaknya juga sudah berkordinasi ke Pemkot Bekasi untuk mengetahui secara pasti alasan belum dioperasikan bus tersebut.

"Tapi kita sudah kordinasi dengan Pemkot Bekasi. Sebenarnya bukan bus makrak seperti bus transjakarta yang belakangan viral itu, jadi itu sedang proses untuk dijadikan BRT (bus rapid transit) oleh Pemkot Bekasi, agak lama karena ada proses pengkuningan plat nomor, kemudian ada proses penentuan tarif," ujarnya.

Adapun bus hibah itu sejatinya telah diserahkan kepada Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) selaku operator angkutan umum Trans Patrio milik Pemkot Bekasi.

Puluhan bus itu diproyeksikan untuk penambahan jumlah armada angkutan masal tersebut dari yang saat ini sudah eksis sebanyak 9 unit.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved