Breaking News:

Wali Kota Depok Usulkan Perubahan Nama Kementerian Perbedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Menurut Idris, pandangan masyarakat selama ini seolah dibuat selama ini hanya perempuan dan anak yang harus dilindungi dan diberdayakan

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah) ketika menghadiri acara puncak peringatan Hari Anak Nasional di Balai Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Wali Kota Depok Mohmmad Idris, berencana akan mengusulkan perubahan nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Idris dalam puncak rangkaian acara peringatan Hari Anak Nasional di Balaikota Depok.

Bukan tanpa alasan, Idris mengatakan ketahanan keluarga dapat meluaskan aspek perlindungan, bukan hanya perlindungan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga perlindungan terhadap laki-laki.

"Ketahanan keluarga ini tidak hanya melindungi anak-anak, tapi juga bagaimana memberdayakan laki-laki sebagai suami dan penanggungjawab," ujar Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Kamis (8/8/2019).

Menurut Idris, pandangan masyarakat selama ini seolah dibuat selama ini hanya perempuan dan anak yang harus dilindungi dan diberdayakan.

"Seakan-akan suami nggak perlu diberdayakan," tambah Idris.

Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap di Ruas Jalan Ibu Kota Dilakukan pada 12 Agustus 2019

Idris menjelaskan bahwa pihaknya akan berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait inisiatif perubahan nama tersebut.

"Kami akan usulkan ke Kementerian dan juga Presiden, tentang perubahan nama ini," ucapnya.

Idris memberikan contoh program ketahanan keluarga yang selama ini diterapkan di Kota Depok, yang membuat Kota Depok mendapat penghargaan sebagai kota layak anak se-Indonesia dalam kategori Nindya sejak tahun 2017 silam hingga sekarang.

"Salah satu contohnya kami sudah meluncurkan sekolah ayah bunda, sebagai sarana pembelajaran ayah dan bunda dalam mengelola keluarga," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved