Idul Adha 2019

Imbau Warga Tak Gunakan Kantong Plastik Saat Idul Adha, Pemkot Depok Sarankan Pakai Besek

Kebijakan tersebut, tertuang didalam surat imbauan Wali Kota Depok dan ditandatangani oleh Mohammad Idris selaku orang nomor satu di Kota Depok.

Pemkot Depok
Poin-poin surat himbauan pengurangan sampah pada saat pelaksanaan Idul Adha 2019 di Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Dalam rangka mendukung kebijakan nasional tentang pengelolaan sampah berupa pengurangan sampah, Pemerintah Kota Depok menerapkan sejumlah kebijakan menjelang Hari Raya Idul Adha 2019.

Kebijakan tersebut, tertuang didalam surat imbauan Wali Kota Depok dan ditandatangani oleh Mohammad Idris selaku orang nomor satu di Kota Depok.

Dikonfirmasi hal tersebut, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna tak menampik bahwa surat tersebut berisi himbauan pengurangan sampah pada saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2019 yang akan berlangsung pada Minggu (11/8/2019) mendatang.

Sejumlah poin himbuan yang tertuang didalam surat tersebut diantaranya adalah membawa kembali kertas atau korban yang digunakan untuk alas salat Idul Adha, menimbun limbah bekas kurban atau diolah menjadi pupuk, dan terakhir menghimbau agar warga tak menggunakan kantong plastik untuk pembagian daging kurban.

Pradi mengatakan, pihaknya menghimbau agar warga menggunakan wadah makanan seperti besek dari bambu, besek daun kelapa, daun jati, daun pandan, hingga besek daun pisang.

Hal tersebut dilakukan, lantaran kantong plastik konvensional atau kantong plastik daur ulang lainnya merupakan benda yang cukup sulit terurai.

141 Petugas Akan Pantau Kesehatan Hewan dan Daging Hewan Kurban di Jakarta Utara

Spanduk Sosialisasi Ganjil Genap Telah Terpasang di Ujung Jalan Tomang Raya

Penyerangan ke Kafe Komandan Tidak Terkait Insiden Pelemparan Batu ke Bus Persija di Makassar

"Iya kami menghimbau agar warga membawa wadah makan atau besek yang terbuat dari bambu, daun jati, daun pandan, daun pisang, untuk membawa daging. Tidak menggunakan kantong plastik konvensional yang tidak mudah terurai dan kantong plastik hitam hasil daur ulang," jelasnya dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/8/2019).

Terakhir, Pradi mengatakan dirinya pribadi menyiapkan 2.000 besek berbahan dasar dedaunan untuk warga secara cuma-Cuma tanpa dipungut biaya.

"Kalau saya pribadi menyiapkan sekira 2.000 besek untuk dibagikan kepada warga. Kalau untuk keseluruhan per kecamatan saya belum konfirmasi lagi, nanti saya coba koordinasi lagi dengan dinas terkait perihal teknisnya," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved