Kontrakan Kurir 240 Kilogram Ganja Bermodus Mesin Kompresor Diintai Anggota BNN Sejak 3 Hari Lalu

Muhyi (60), warga RT 10 Kelurahan Kramat Jati mengatakan anggota BNN sudah berkeliaran di lingkungan RW 09 sejak Senin (5/8/2019) lalu

Kontrakan Kurir 240 Kilogram Ganja Bermodus Mesin Kompresor Diintai Anggota BNN Sejak 3 Hari Lalu
TribunJakarta/Bima Putra
Permukiman warga RW 09 Kelurahan/Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan 6 kurir ganja sebanyak 240 kilogram pada Kamis (8/8/2019) sekira pukul 15.30 WIB di lingkungan Jalan Tumbuh Kelurahan Kramat Jati.

Muhyi (60), warga RT 10 Kelurahan Kramat Jati mengatakan anggota BNN sudah berkeliaran di lingkungan RW 09 sejak Senin (5/8/2019) lalu guna mengintai pelaku.

"Tiga hari sebelumnya memang ada orang yang mondar-mandir. Ngopi di Warteg, sekitar dua jam mereka kalau duduk di sini. Baru tahu mereka polisi ya pas kemarin," kata Muhyi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/8/2019).

Kala itu dua orang anggota BNN yang berpakaian bebas sempat ingin menyewa kontrakan Muhyi yang dihuni tersangka inisial AI.

Muhyi merasa janggal dengan dua anggota BNN itu karena meminta izin melihat isi kontrakan AI yang belum satu bulan disewa

"Saya bilang kontrakannya sudah diisi orang tapi mereka malah minta lihat dalam kontrakan. Batin saya mereka aneh, karena tahu kontrakan sudah diisi tapi tetap mau lihat," ujarnya.

Kedua anggota BNN baru pergi setelah Muhyi tak memberi izin melihat isi kontrakan AI yang dia huni bersama istri yang belum lama dinikahinya.

Dia mengaku bakal mengizinkan kedua anggota BNN masuk dalam kontrakan bila mereka mengenalkan diri sebagai aparat.

"Memang pas mereka datang AI sama istrinya lagi enggak di kontrakan. Tapi kan saya enggak tahu mereka Intel, kalau mereka mengenalkan diri ya pasti saya kasih lihat," tuturnya.

Muhyi mengatakan AI dan istrinya sudah melunasi uang kontrakan sebesar Rp 800 ribu per bulan tak lama mereka menyewa kontrakan.

Tanggal 12 Agustus mendatang, AI dan istrinya tepat satu bulan menghuni kontrakan yang sampai sekarang belum digeledah anggota BNN.

"Sampai sekarang belum digeledah, jadi saya menunggu saja. Kan saya juga punya kunci kontrakan, kalau istri AR sekarang di mana saya enggak tahu. Dari semalam sudah enggak kelihatan," lanjut Muhyi.

Jalani Latihan Terpisah, Riko Simanjuntak Diragukan Bermain Lawan Bhayangkara FC

Jadi Otak Pembunuhan Suaminya yang Berprofesi Penjual Es Campur, Jamaliah Divonis 20 Tahun

Pascapelecehan Seksual Wanita 18 Tahun yang Dilakukan Pak Ogah, Putaran Bintaro Sektor 9 Sepi

Sebagai informasi, empat dari enam tersangka yang kedapatan membawa 240 ganja dalam mesin kompresor, tabung karbit, dan sejumlah peti besi merupakan warga RW 09 Kelurahan Kramat Jati.

Mereka yakni AI, AS, DI, dan AJ yang kemarin malam digelandang ke markas BNN pusat di Cawang berikut barang bukti perlengkapan bengkel tempat paket ganja disembunyikan.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved