Korban Kebakaran yang Tewas di Cipayung Sempat Teriak Sebelum Tewas Terbakar

Suryono, salah satu warga yang memiliki toko bingkai depan TKP mengatakan dirinya ikut membantu warga lainnya untuk menyiram air ke arah bangunan.

Korban Kebakaran yang Tewas di Cipayung Sempat Teriak Sebelum Tewas Terbakar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana di Jalan Raya Cipayung RT 1/2 usai agen makanan dan toko plastik terbakar yang sebabkan tiga orang tewas, Jumat (9/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sejumlah warga sempat dengar teriakan tiga korban yang coba selamatkan diri sebelum akhirnya tewas terbakar di Jalan Raya Cipayung RT 1/2, Jakarta Timur.

Tiga orang atas nama Surya, Wahyu dan Danu tewas terbakar akibat terjebak di kamar mandi. Ketiganya menjadi korban kebakaran di agen makanan dan toko plastik seluas 100 meter.

Saat kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 04.55 WIB, para warga mencoba membantu proses evakuasi sebelum Suku Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur tiba di lokasi.

Suryono, salah satu warga yang memiliki toko bingkai depan TKP mengatakan dirinya ikut membantu warga lainnya untuk menyiram air ke arah bangunan yang terbakar.

"Pas saya buka toko itu ada teriakan kebakaran. Saya ikut nyiram juga, dua kali sama bantuin buka rolling door itu. Dari luar teriak ada orang enggak di dalam. Terus ada teriakan "iyo iyo". Begitu yang sadar," katanya di Cipayung, Jumat (9/8/2019).

Rolling door yang berbahan besi dan mudah menghantarkan panas membuat warga hanya mampu sedikit bagian rolling door.

Suasana di Jalan Raya Cipayung RT 1/2 usai agen makanan dan toko plastik terbakar yang sebabkan tiga orang tewas, Jumat (9/8/2019).
Suasana di Jalan Raya Cipayung RT 1/2 usai agen makanan dan toko plastik terbakar yang sebabkan tiga orang tewas, Jumat (9/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Posisi rolling door itu udah panas. Sempat kebuka sedikit doang karena terkunci dari dalam. Kemudian kobaran api membesar ketika membakar motor di dalam. Mereka lari ke arah kamar mandi dan tadi ditemukan di sana sudah terpanggang," sambungnya.

Erni Suhartini (35) warga lainnya menuturkan hal serupa. Rolling door toko yang tertutup dari dalam membuat warga tak dapat menyelamatkan karyawan toko yang diketahuinya baru beberapa bulan bekerja.

"Warga sempat bantu siram. Sempet bantu selamatin juga. Tapi memang pintu keras jadi enggak bisa dibuka, kemudian api membesar. Makanya ada korban jiwa," kata dia.

Akibat kejadian ini kerugian ditaksir capai Rp 500 juta dan korban jiwa dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved