Idul Adha 2019

Pemkab Tangerang Larang Penggunaan Plastik untuk Distribusi Daging Hewan Kurban

Febya Satyaningsih menganjutkan untuk menggunakan daun pisang sebagai alternatifnya.

Pemkab Tangerang Larang Penggunaan Plastik untuk Distribusi Daging Hewan Kurban
Tribunnews.com/Wahid Nurdin
Ilustrasi Kantong Plastik 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang melarang pendistribusian daging kurban pada Idul Adha 1440 H menggunakan kantong plastik.

Apa lagi bahan lainnya yang menggandung zat karsinogen yang terbukti berbahaya bagi tubuh manusia.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteliner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Febya Satyaningsih menganjutkan untuk menggunakan daun pisang sebagai alternatifnya.

Daun pisang dianjurkan jajarannya sebagai bahan pengganti plastik untuk mendistribusikan daging kurban.

"Alternatif lainnya masyarakat bisa menggunakan daun pisang sebagai pembungkus daging, itu lebih ramah lingkungan dan juga lebih higienis dibandingkan kantung plastik," ujar Febya saat dihubungi, Jumat (9/8/2019).

Alasan utamanya, lanjut Febya, lantaran zat karsinogen yang terkandung dalam bahan plastik dapat mengganggung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

"Penggunaan kantong plastik juga tidak ramah lingkungan, karena plastik itu untuk diurai oleh alam membutuhkan waktu berjuta-juta tahun," sambungnya.

Murid di Nara Kreatif Mayoritas Anak-anak yang Putus Sekolah Akibat Perceraian Orangtua

Jelang Persija Vs Bhayangkara FC, Macan Kemayoran Diterpa Isu Konflik Bruno Matos dan Julio Banuelos

Sementara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dalam keterangannya mengatakan, menjelang Idul Adha pihaknya telah membentuk tim kesehatan hewan kurban.

Tim tersebut bertugas untuk mengecek kesehatan hewan kurban yang dijual para pedagang.

Total ada 90 orang yang akan mengecek dan menyisir hewan-hewan kurban di Kabupaten Tangerang.

"Dibentuknya tim ini untuk membantu meminimalisir kemungkinan-kemungkinan negatif yang tentu sama-sama tidak diinginkan, dari hewan kurban. Para aparatur juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan-hewan ternak yang akan di kurbankan pada Iduladha nanti," ujar Zaki.

Berdasarkan, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah berkewajiban untuk mengantisipasi ancaman kesehatan masyarakat.

Diantaranya yang bersumber dari penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis) serta menjamin produk hewan yang beredar untuk dikonsumsi masyarakat.

"Tugas tim ini sangat penting karena tugas ini berkaitan dengan hewan yang akan di kurbankan oleh umat muslim, jangan sampai masyarakat merasa dirugikan dan dibuat resah dengan adanya penyakit," tandasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved