Persija Jakarta

Persija Jakarta Gagal Juara di Piala Indonesia, Marko Simic: Kami Merasa Hampa dan Lelah

Skuat berjuluk Macan Kemayoran itu harus takluk dari PSM Makassar dengan agregat skor 2-1 dari dua pertemuan yang dimainkannya.

Persija Jakarta Gagal Juara di Piala Indonesia, Marko Simic: Kami Merasa Hampa dan Lelah
TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA
Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic saat ditemui setelag mengikuti latihan di Lapangan PS AU TNI Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (8/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Penyerang asing Persija Jakarta, Marko Simic meminta kepada rekan-rekannya untuk melupakan kegagalan meraih trofi juara di Piala Indonesia.

Skuat berjuluk Macan Kemayoran itu harus takluk dari PSM Makassar dengan agregat skor 2-1 dari dua pertemuan yang dimainkannya.

Simic menyadari kegagalan mendapatkan trofi juara Piala Indonesia membuat kondisi timnya mengalami kesedihan yang cukup dalam.

Gelar juara Piala Indonesia sudah sangat dinanti-nantikan oleh para pemain, pelatih, manajemen, dan juga para pecinta Persija Jakarta.

Lakukan Evaluasi Tim, Julio Banuelos Puas dengan Kinerja Pemain Persija Jakarta

Meski begitu, pemain berpaspor Kroasia itu meminta kepada rekan-rekannya bangkit melupakan kegagalan di Piala Indonesia.

Terlebih, dalam waktu dekat Persija Jakarta akan menghadapi Bhayangkara FC di Liga 1 2019.

"Kami merasa hampa secara emosional dan sangat sedih. Secara fisik sangat lelah, tapi kami tahu kami tidak punya waktu untuk menangis. Sepak bola profesional itu seperti ini. Kami harus melupakan itu segera dan fokus ke pertandingan berikutnya," ucap Simic di Mess Persija, Jakarta Timur, Jumat (9/8/2019).

Simic mengakui dalam dunia sepak bola profesional kegagalan merengkuh gelar juara merupakan hal yang wajar.

"Seandainya kami menang, kami juga harus melupakan dan fokus ke Bhayangkara. Jadi ini kehidupan sepak bola profesional dan itu kadang memang sangat berat," papar Simic.

Pemain berusia 31 tahun itu mengatakan persiapan timnya jelang berlaga disetiap pertandingan itu berlangsung sangat berat.

"Banyak orang hanya melihat ketika pemain meraih prestasi, kejayaan, bahagia, tapi tidak banyak yang melihat dinding di belakangnya. Persiapan yang sangat berat. Kami bekerja sangat keras untuk final tapi itulah sepak bola," tutur mantan pemain Melaka United tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved