Terdakwa Kasus Narkotika Meninggal Dunia Saat Hendak Jalani Sidang di PN Bekasi

Ridwan kata Djuyamto merupakan terdakwa kasus narkotika jenis ganja, dia dijerat pasal Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 UU narkotika.

Terdakwa Kasus Narkotika Meninggal Dunia Saat Hendak Jalani Sidang di PN Bekasi
ILUSTRASI (Hello Sehat)
Ilustrasi Meninggal 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Terdakwa kasus narkotika Ridwan Junarwan meninggal dunia saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bekasi, Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Kabar duka ini muncul pada Rabu, (7/8/2019) kala Ridwan dijadwalkan menjalani sidang kedua kasus narkotika yang menjeratnya. Namun saat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eviani tidak dapat menghadirkan terdakwa dengan alasan sakit.

"Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tri Yuliani, dimulai pukul 14.00 WIB, tapi saat itu karena JPU tidak bisa menghadirkan terdakwa sidang akhirnya ditutup," kata Humas PN Bekasi Djuyamto kepada TribunJakarta.com, Jumat (9/8/2019).

JPU ketika itu mendapat infomasi bahwa terdakwa Ridwan mengalami sakit sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid, Jalan Veteran, Bekasi Selatan.

Penyerangan ke Kafe Komandan Tidak Terkait Insiden Pelemparan Batu ke Bus Persija di Makassar

Honda DBL Jakarta Resmi Bergulir, Pesertanya Meningkat 30 Persen dari Tahun Lalu

"Ketua Majelis Hakim sempat meminta bukti pernyataan bahwa Terdakwa sakit dengan menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit," ujar Djuyamto.

Selang beberapa jam setelah sidang ditutup, JPU Eviani baru mendapatkan infomasi dari rumah sakit bahwa terdakwa Ridwan meninggal dunia.

Hal ini langsung disampaikan ke Ketua Majelis Hakim dan meminta JPU untuk langsung dibuatkan surat keterangan meninggal dunia.

"Kabar meninggalnya terdakwa disampaikan di luar persidangan, penyebab meninggalnya kita belum tahu persis ya," ujarnya.

Ridwan kata Djuyamto merupakan terdakwa kasus narkotika jenis ganja, dia dijerat pasal Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 UU narkotika.

"Jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved