Uli Bakar Dadang Tampak Biasa: Pelanggannya Turis Jerman, Layani Orderan Hotel Hingga Kejaksaan

Sudah 10 tahun Dadang jualan uli bakar. Ada warga Jerman pelanggannya ketika belanja ke Pasar Mayestik.

Uli Bakar Dadang Tampak Biasa: Pelanggannya Turis Jerman, Layani Orderan Hotel Hingga Kejaksaan
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Pedagang uli bakar khas Betawi, Dadang di Pasar Mayestik pada Kamis (8/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Dadang sibuk membolak-balik uli yang diasapi arang batok kelapa saat mangkal di sekitar Pasar Mayestik. 

Tangan kirinya begitu cepat memeriksa permukaan uli yang sedang dipanggang itu.

Warna permukaan uli yang sudah menguning dan garing, berarti harus segera diangkat dan dimasukkan ke dalam etalase kaca.

Dadang masukkan sebagian uli ke kotak plastik. Tiap-tiap kotak itu berisi enam uli ditambah dua plastik kecil serundeng.

Sudah 10 tahun Dadang menjual jajanan khas Betawi tempo dulu itu.

Setiap pukul 07.00 WIB, ia sudah datang ke Pasar Mayestik untuk berjualan uli bakar.

Awal mula dirinya bisa berdagang uli lantaran diajak oleh temannya.

"Saya awalnya kuli panggul dari tahun 1980. Kemudian beralih jadi dagang uli saat ditawarin teman," ungkapnya pada Kamis (8/8/2019).

Tahun 2009, ia mulai berdagang uli bakar.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved