Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Desak Pak Ogah Pelaku Pelecehan Seksual, Dihukum Supaya Jera

Dengan dilaporkan ke polisi, Ben berharap hukuman yang didapat akan memberikan efek jera kepada pelaku.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Desak Pak Ogah Pelaku Pelecehan Seksual, Dihukum Supaya Jera
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Serpong, Tangsel, Kamis (22/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, baru mengetahui hal pelecehan seksual begal payudara yang terjadi di wilayahnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pada Rabu dan Kamis (8/8/2019) seorang wanita berinisial A (18) mendapat pelecegan seksual saat mengendarai sepeda motor oleh pemuda yang mengatur arus lalu lintas atau biasa disebut pak ogah.

A diberhentikan dua pak ogah dan payudaranya di remas begitu saja.

Peristiwa itu terjadi di Putaran McDonald's Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangsel.

Pascapelecehan Seksual Wanita 18 Tahun yang Dilakukan Pak Ogah, Putaran Bintaro Sektor 9 Sepi

"Begal payudara, terserahlah bahasanya, itu jelas pidana. Korbannya kalau tidak suka, lapor polisi, untuk pembelajaran," ujar Benyamin spontan, di ruangannya, Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Jumat (9/8/2019).

Ben, sapaan karibnya, menyebutkan sejumlah pasal yang dilanggar dari kejadian begal payudara itu.

Dengan dilaporkan ke polisi, Ben berharap hukuman yang didapat akan memberikan efek jera kepada pelaku.

"Yang pertama adalah perbuatan tidak menyenangkan kepada si korban. Ke dua kalau kita pakai Undang-uindang perlindungan anak, itu juga kena. Buat si korban juga dilindungi oleh hukum dengan beberapa pasal. Perlakuan kekerasan kepada perempuan. Ini. Sudah mengarah pidana, laporkan saja," jelasnya.

Ben mendorong agar kepolisian menjalankan fungsinya ketika laporan pelecehan datang.

Ben malah meminta agar jika pelaku sudah tertangkap, dibuat ekspos agar masyarakat semakin waspada dan memberikan pelajaran kepada pelaku asusila lainnya.

"Setelah ditangkap mau di press release terserah saya kira itu bagus untuk pembelajaran," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved