Idul Adha 2019

Bagaimana Hukum Menjual Daging Hewan Kurban? Ini Penjelasan Ustaz Muhammad Alwi Yusuf

Apa hukum menjual daging maupun kulit hewan kurban? Berikut penjelasan pendakwah muda Ustaz Muhammad Alwi Yusuf.

Bagaimana Hukum Menjual Daging Hewan Kurban? Ini Penjelasan Ustaz Muhammad Alwi Yusuf
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Hewan-hewan kurban yang ada di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019). 

Oleh: Ustaz Muhammad Alwi Yusuf

TRIBUNJAKARTA.COM - Ibadah kurban dihukumkan sunnah muakkadah kepada kaum muslimin dan sangat dianjurkan.

Sedemikian mulia ibadah kurban ini, sehingga Rasulullah SAW mengecam keras orang yang memiliki kemampuan tapi enggan berkurban:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berkurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR Ibnu Majah)

Sedangkan peruntukkannya tentunya mengacu kepada Firman Allah SWT: 

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Artinya: "Maka makanlah sebagian darinya (hewan kurban) dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan oleh orang-orang yang sengsara dan fakir." (QS Al-Hajj : 28)

jelas seorang yang berkurban (selain kurban nazar) dianjurkan untuk memakan sebagian daging kurban yang telah disembelih sekedarnya saja, dan selebihnya dibagikan kepada yang membutuhkan.

Namun tidak boleh menjual daging maupun kulit hewan yang disembelihnya meskipun untuk biaya penyembelihan (ongkos tukang jagal dan sebagainya). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Halaman
123
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved