Cara Unik Sopir Ambulans Puskesmas Tangsel Berhenti Merokok: Beli Sebungkus, Buang Sedikit

Bukan perkara dampak kesehatan, tapi kebiasaannya "narik udud" itu kerap mengganggunya saat bekerja.

Cara Unik Sopir Ambulans Puskesmas Tangsel Berhenti Merokok: Beli Sebungkus, Buang Sedikit
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Diding, sopir ambulans Puskesmas Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Diding, sopir ambulans Puskesmas Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) itu kini sudah enam tahun tidak merokok. Pria usia 49 tahun itu memiliki cara yang unik untuk menjauhkan rokok dari hidupnya.

Diding mengatakan, saat usianya 43 tahun, ia mulai memikirkan soal kebiasaannya merokok.

Bukan perkara dampak kesehatan, tapi kebiasaannya udud itu kerap mengganggunya saat bekerja.

"Kita kan kadang susah, lagi di Puskesmas, kita pengin ngerokok kita keluar dulu. Habisbmakan kayanya harus ngerokok dulu. Ah saya pikir ribet juga," ujar Diding di Lapangan Cilenggang, Serpong, Tangsel, Sabtu (10/8/2019).

Dari situ, ia mulai untuk mengurangi kebiasaan yang sudah dijalani puluhan tahun itu.

Pengurangan dimulai dari kuantitas merokoknya agar perlahan menghilangkan ketergantungannya.

Jika orang lain mengurangi dengan cara membeli lebih sedikit dari biasanya untuk mengurangi penggunaan, Diding berbeda.

Pria berkacamata itu tetap membeli rokok sehari sebungkus, namun ia mengurangi dengan cara menghancurkan batang rokok dan dibuang.

Minggu pertama ia membuang satu batang rokok setiap pembelian satu bungkus.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved