Gunakan Banyak Properti, Dance SMAK I Penabur Kesulitan Saat Ikuti UBS Gold Dance Competition 2019

Membawakan konsep dengan karakter tegas dan kuat, SMAK I Penabur menggunakan banyak properti saat tampil di ajang UBS Gold Dance Competition.

Gunakan Banyak Properti, Dance SMAK I Penabur Kesulitan Saat Ikuti UBS Gold Dance Competition 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
SMAK I Penabur gunakan banyak properti dalam ajang UBS Gold Dance Competition 2019 di Gor Grogol tadi malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL - Modern Dance SMA Kristen I Penabur merupakan salah satu kandidat kuat dalam kompetisi UBS Gold Dance Competition 2019 yang digelar di GOR Grogol Jakarta Barat, mulai tadi malam.

Selain berhasil membawakan konsep karakter Disney Mulan dengan cukup ciamik, rupanya SMA Kristen I Penabur cukup ditakuti oleh lawan-lawannya.

"Puji tuhan, kalau dibilang tim kami paling ditakuti mungkin itu pujian buat kita. Kita bersyukur sekali. Tapi kalau dari kami, ada SMA Dian Harapan dan SMAN 2 mungkin ya. Bukan takut sih sama mereka, tapi menurut kami lawan kami itu ya mereka," ujar Trixy salah satu anggota dance SMAK I Penabur, tadi malam, Jumat (9/8/2019).

Membawakan konsep dengan karakter tegas dan kuat, SMAK I Penabur menggunakan banyak properti saat tampil di ajang UBS Gold Dance Competition kemarin malam.

Mulai dari kipas, payung, hingga tongkat.

Namun tak hanya itu saja. Untuk mendukung cerita yang disampaikan, mereka juga menggunakan beberapa properti tambahan yang membantu menggambarkan suasana sekitarnya dengan membawa dua pot tanaman hias replika seperti bunga sakura, hingga undakan berupa mini stage yang digunakan untuk pijakan di awal penampilannya.

Kesalahan nyaris tak terlihat ketika SMAK I Penabur membawakan banyak properti itu dalam kompetisi yang berlangsung seru tadi malam.

"Memang, tim kita adalah tim yang sudah sering turun sebelumnya. Tapi kita belum pernah pakai properti sebanyak ini. Itu salah satu kesulitan kita," ujar Trixy.

Trixy mengatakan, timnya adalah pertama kali menggunakan properti sebanyak itu.

Menurutnya, dalam menggunakan properti banyak dalam kompetisi tersebut bisa memiliki point plus dalam penilaian.

Hal ini yang membuat tim dance SMAK I Penabur berlatih keras meskipun sempat mengalami kesulitan.

"Kendala ya properti itu harus disambungin sama lagu, dan kita propertinya beda-beda. Kita ada payung, kipas, ada tongkat, jadi kendalanya pakai itu semua agak sulit," beber Trixy.

"Kebetulan coach kita pernah coach tim lain juga di DBL. Jadi berdasarkan pengalaman dia, pakai properti banyak itu ada plus point. Jadi kita memutuskan kalau bisa plus point why not," ujarnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved