Kebijakan Ganjil Genap

Sosialisasikan Perluasan Ganjil Genap, Petugas Sudinhub Jakarta Selatan Kerahkan 125 Personel

Seluruh personel itu akan tersebar di 26 titik yang termasuk dalam perluasan ganjil genap mulai Senin (12/9/2019) hingga 8 September.

Sosialisasikan Perluasan Ganjil Genap, Petugas Sudinhub Jakarta Selatan Kerahkan 125 Personel
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Spanduk sosialisasi perluasan ganjil genap di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Sosialisasi perluasan ganjil genap di wilayah Jakarta Selatan sudah mulai dilakukan.

Pantauan TribunJakarta.com pada Sabtu (10/8/2019), spanduk bertuliskan nama-nama jalan yang masuk dalam perluasan ganjil genap terpasak di Jalan RS Fatmawati Raya.

Atau tepatnya berada di dekat Stasiun MRT Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, perluasan ganjil genap bakal diberlakukan mulai 9 September mendatang.

Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan Christianto mengatakan, pihaknya bakal mengerahkan 125 personel untuk melakukan sosialisasi.

Seluruh personel itu akan tersebar di 26 titik yang termasuk dalam perluasan ganjil genap mulai Senin (12/9/2019) hingga 8 September.

Kadishub DKI Tegaskan Kendaraan Listrik Tidak Terdampak Ganjil Genap

26 titik tersebut di antaranya di Jalan Sunan Kalijaga, Melawai, Jalan Panglima Polim I dan IX, Haji Nawi Raya, Jalan TB Simatupang, serta Darmawangsa X.

"Selain spanduk, kami juga akan memasang rambu lalu lintas ganjil genap, ditambah penyebaran kertas flyer," ujar Christianto saat dikonfirmasi.

Sosialisasi ganjil genap, sambungnya, dibagi menjadi dua shift.

Untuk shift pagi berlangsung pukul 06.00 sampai 13.00 WIB.

Sementara shift sore pada pukul 13.00 sampai 18.00 WIB.

"Kami juga akan melakukan sosialisasi di kawasan Cilandak Town Square (Citos)," kata Christianto.

Soal perluasan ganjil genap ini, ia meyakini dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan.

"Maka akan berdampak juga pada kualitas udara di Jakarta, menurunnya polusi udara, dan mendorong masyarakat menggunakan transportasi massal," ujarnya. (*)

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved