Buku Tabungan dan Surat Tanah Korban Kebakaran Pasar Kambing Ludes Terbakar

Nur Hayati kelimpungan memikirkan nasib rumah toko (ruko) miliknya yang terbakar. Bahkan, aktivitas dagangnya terpaksa dihentikan sementara.

Buku Tabungan dan Surat Tanah Korban Kebakaran Pasar Kambing Ludes Terbakar
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kondisi Rumah Toko (Ruko) yang terbakar di kawasan Pasar Kambing, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Buku tabungan dan sertifikat rumah milik korban kebakaran di kawasan Pasar Tanah Abang, Jalan Sabeni Raya, Jakarta Pusat ludes terbakar dan tanpa sisa.

Padahal, dua benda mati itu merupakan hal penting bagi Nur Hayati, korban kebakaran tersebut.

"Buku tabungan, sertifikat tanah, dan barang-barang dagangan saya habis terbakar," ucap Nur Hayati, di kawasan Pasar Kambing, Jalan Sabeni Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Nur Hayati kelimpungan memikirkan nasib rumah toko (ruko) miliknya yang terbakar. Bahkan, aktivitas dagangnya terpaksa dihentikan sementara.

Segala upaya Nur Hayati lakukan guna membuat ruko miliknya bangkit kembali.

Satu upayanya adalah memberikan data administrasi seperti KTP, kartu BPJS, dan Kartu Keluarga (KK) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta.

Harapannya, data tersebut dapat menjadi langkah awal guna mengembalikan buku tabungan dan sertifikat rumah miliknya.

"Saya betul-betul bingung. Hanya itu saja yang saya harapkan kepada Pemda DKI, agar buku tabungan dan sertifikat rumah saya bisa diurus sebaik-baiknya," jelas Nur Hayati.

Saat ini, Nur Hayati dan korban kebakaran lainnya mendapat bantuan dari Camat Tanah Abang berupa satu kardus mi instan untuk satu Kepala Keluarga.

Nur Hayati tetap mensyukuri apa yang telah didapat. Meskipun satu kardus mie instan.

Persija Jakarta Terpuruk di Zona Degradasi, Sekum The Jakmania Kecewa Kinerja Julio Banuelos

Pelanggar Aturan Ganjil Genap Siap-siap Didenda Rp 500 Ribu

"Senang, namanya juga dikasih ya terima saja dan lumayan lah," ujar Nur Hayati.

Kendati demikian, Nur Hayati ingin mendapat bantuan yang lebih berarti ketimbang satu kardus mie instan.

"Inginnya ya, dapat bantuan seperti pembangunan kembali rumah saya, begitu sih," tutup Nur Hayati.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved