Persija Jakarta

Persija Jakarta Terpuruk di Zona Degradasi, Sekum The Jakmania Kecewa Kinerja Julio Banuelos

Seperti diketahui, saat ini Persija berada di peringkat ke-17 dengan torehan 8 poin dari 9 pertandingan yang sudah dimainkan.

Persija Jakarta Terpuruk di Zona Degradasi, Sekum The Jakmania Kecewa Kinerja Julio Banuelos
TRIBUN TIMUR/ABDIWAN BOXY
Selebrasi bek PSM Makassar, Aaron Evans di depan kiper Persija Jakarta, Andritany yang terduduk pada final kedua Piala Indonesia 2018 di Stadion Andi Mattalatta, Kota Makassar, 6 Agustus 2019. 

Sebagai tim berlabel bintang, skuat Macan Kemayoran tidak pantas berada di zona degradasi.

Seperti diketahui, saat ini Persija berada di peringkat ke-17 dengan torehan 8 poin dari 9 pertandingan yang sudah dimainkan.

"Persija itu seharusnya tidak seperti ini, Persija seharusnya tetap menjadi tim juara yang ditakuti lawan. Ya, persija seharusnya tidak ada di posisi klasemen sekarang, karena kita tahu kualitas pemain dengan musim lalu tidak jauh berbeda, hampir sama," papar Dicky.

Dikcy menilai komposisi yang dimiliki tim Ibu Kota saat ini tidak banyak melakukan perubahan seperti di musim lalu.

Bahkan, kekurangan dan kelemahan di musim lalu ditutupi dengan kehadiran beberapa pemain baru di musim ini.

"Justru saya lihat di musim ini ada penambahan di posisi yang kurang. Soal strategi dan taktik saya mungkin tidak terlalu mengerti, tapi sebagai fans kita semua kecewa sekali," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dicky melihat perjuangan rekan-rekan The Jakmania dalam memberikan dukungan sudah sangat luar biasa.

The Jakmania rela berjuang datang memberikan dukungan langsung disetiap pertandingan kepada pemain di lapangan.

Kebun Seluas 3.000 Meter Terbakar di Daerah Tapos Kota Depok

Camat Tanah Abang Berikan Tiga Kardus Mie Instan kepada Korban Kebakaran di Pasar Kambing

VIDEO Detik-detik Sapi Kurban Idul Adha Tendang Sang Jagal: 5 Gigi Rontok, Dagu dan Rahang Memar

Dukungan yang diberikan The Jakmania diharapkan bisa berimbang dengan prestasi yang ditunjukan oleh klub.

"Kalau pemain berfikir mereka sudah berjuang mati-matian, kita juga sebagai fans dukung mati-matian. Jadi kalau sama mati-matian sudah buktikan saja. Maksudnya jangan ada istilah klita sudah berjuang dan sudah totalitas, tapi harus ada bukti dan goals-nya gitu," paparnya.

"Sama kaya supporter kita rapikan sama-sama. Yaudah nggak ada kerusuhan dan segala macam, kita sama-sama menata di tribun, kalian nata di lapangan. Tugas kalian hanya menang saja itu saja, tugas kami lebih banyak dari kalian," tutur Dicky Soemarno.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved