DBL DKI Jakarta 2019

SMA Kristoforus 1 Singkirkan Juara Bertahan Honda DBL DKI Jakarta West Region Musim Lalu

Pelatih kepala SMA Kristoforus 1, Rico Frandyan mengaku senang bisa menyingkirkan salah satu tim basket unggulan di Jakarta Barat

SMA Kristoforus 1 Singkirkan Juara Bertahan Honda  DBL DKI Jakarta West Region Musim Lalu
TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Tim basket SMA Kristoforus 1 berfoto bersama setelah mengalahkan SMK Yadika 2 di GOR Grogol, Jakarta Barat, Senin (12/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Juara Honda DBL DKI Jakarta West Region tahun lalu, SMK Yadika 2 putri harus mengakui keunggulan SMA Kristoforus 1 dengan skor akhir 16-26 di GOR Grogol, Jakarta Barat, Senin (12/8/2019) sore.

Hasil tersebut membuat tim berjuluk Bewusstsein itu tersingkir dari perhelatan bergengsi Honda DBL DKI Jakarta West Region 2019.

Pelatih kepala SMA Kristoforus 1, Rico Frandyan mengaku senang bisa menyingkirkan salah satu tim basket unggulan di Jakarta Barat.

Rico menilai para pemainnya mampu menunjukan penampilan luar biasa di pertandingan kali ini.

"Mengalahkan juara bertahan itu rasanya sangat luar biasa. Soalnya kerja keras banget, fisik mereka juga bagus-bagus. Sedangkan, kita mental anak-anak jelek. Saya lihat mereka demam panggung juga di lapangan," ucap Rico kepada TribunJakarta, Senin (12/8/2019).

Selisih 4 Poin, SMA Ricci I Gagal Tumbangkan SMA Kalam Kudus II di Honda DBL Series Jakarta 2019

Meski begitu, Rico mengakui anak asuhnya mengalami demam panggung di atas lapangan.

Hal itu membuat pola permainan yang sudah disusun tidak bisa berjalan dengan baik di lapangan.

"Awal-awal mereka memang demam panggung, jadi berat lah. Kondisi bola juga baru, jadi anak-anak belum menguasai bola seperti biasa. Baru lah di kuarter tiga dan empat mereka terbiasa dan defense kita kuarter 3 dan 4 lebih bagus," papar Rico.

Dari hasil pertandingan kali ini, Rico melihat anak asuhnya masih belum bisa tampil dengan optimal di atas lapangan.

"Saya lihat kurang pinter mainnya. Mesti dikasih tau dulu baru jalan strateginya. Sedangkan kondisi di lapangan berisik, jadi sulit kita kasih tahu. Kurang inisiatif juga. Semoga besok mereka bisa pimpin di lapanggan sendiri," tutur Rico Frandyan.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved