Idul Adha 2019

VIDEO Cerita Pedagang Bakso di Bekasi Jadi Pengepul Kulit Dadakan Sejak 1997

Usai Hari Raya Idul Adha, mucul pengepul kulit kambing dadakan untuk mendulang untung berlipat.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Usai Hari Raya Idul Adha, mucul pengepul kulit kambing dadakan untuk mendulang untung berlipat.

Contohnya yang dilakukan Parji (53), pengepul asal Bekasi.

Sejak 1997, ia rutin menerima kiriman kulit dari warga sekitar untuk selanjutnya dijual ke Bandung dan Surabaya.

Pengepul kulit kambing di Jalan Rawa Bambu, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.
Pengepul kulit kambing di Jalan Rawa Bambu, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Parji sehari-hari merupakan pedagang bakso yang memiliki lapak di Jalan Rawa Bambu, Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Setiap Idul Adha, dia memilih menutup warung baksonya dan merubah lapak jualan menjadi lokasi pengepulan kulit.

"Udah dari 1997 jadi pengepul, setiap tahun terus rutin, ya paling seminggulah enggak jualan bakso sibuk ngumpulin kulit dulu," kata Parji kepada TribunJakarta.com, Senin (12/8/2019).

Setiap tahun, dia mampu mengumpulkan kulit sebanyak tiga truk mobil boks.

Kulit itu dia dapat dengan cara membeli kepada warga panitia kurban seharga Rp 15.000 untuk kulit domba dan Rp 10.000 untuk kulit kambing biasa atau jenis kambing jawa per lembar.

"Kalau sapi saya enggak, khusus kambing aja, yang sobek juga saya terima paling saya bayar Rp 5000 aja per lembar," ungkap Parji.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved